Tuesday, February 27, 2024
Depan > Kesehatan > Dinkes Lakukan Penguatan Hasil Analisa PISPK

Dinkes Lakukan Penguatan Hasil Analisa PISPK

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dalam rangka mendukung tercapainya Indikator Keluarga Sehat (IKS), maka diperlukan pertemuDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan koordinasi penguatan hasil analisa Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) di ruang pertemuan Bale Hinggil Kota Probolinggo, Senin hingga Rabu (6-8/6/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 56 orang peserta terdiri dari lintas sektor/ormas, lintas program Dinkes Kabupaten Probolinggo, Penanggungjawab Perkesmas Puskesmas serta bidang pelayanan kesehatan. Selama 3 hari mereka mendapatkan materi kebijakan dan manfaat PISPK untuk lintas program dan lintas sektor, analisis data PISPK, perkesmas terintegrasi dengan PISPK, implementasi dan evaluasi PISPK serta croscek data perkesmas dan PISPK

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengatakan PISPK sudah ada sejak tahun 2018. Selama ini di Kabupaten Probolinggo sudah ada aplikasi pendampingnya. Oleh karena itu, perkesmas puskesmas harus lebih giat lagi.

“Pakailah pendataan PISPK untuk intervensi keluarga menuju Indonesia sehat. Salah satunya penggunaan jamban. Harus diintervensi untuk kemauan dari keluarga untuk pemanfaatan jamban/pembuatan jamban sesuai kebutuhan keluarga,” katanya.

Menurut Shodiq, data PISPK dimanfaatkan untuk perencanaan puskesmas. Perawat ponkesdes sebenarnya adalah perkesmas, bukan kuratif. Sebanyak 75% waktunya ada di lapangan dan 25 % di ponkedes/pustu. “Sekali lagi PISPK sangat bagus kalau dilaksanakan seperti intervensi keluarga,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dwi Indah Lestari mengungkapkan pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

“Hal ini diselenggarakan dengan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan. Hal ini diatur dalam Undang-undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan,” ujarnya.

Dwi Indah Lestari menerangkan pendekatan keluarga merupakan salah satu cara puskesmas dalam meningkatkan jangkauan sasaran dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan, sehingga puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung saja, melainkan juga di luar gedung dengan mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya. Untuk mengoptimalkan kegiatan kunjungan rumah, petugas Puskesmas harus bersinergi dengan lintas sektor dan masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan PISPK dengan lintas program di Puskesmas dan Kabupaten Probolinggo, meningkatkan peran serta lintas program dan lintas sektor terkait serta meningkatkan Indek Keluarga Sehat (IKS) Kabupaten Probolinggo sesuai target,” pungkasnya. (wan)