Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Gandeng Oriska, PT YTL Jawa Timur Berikan Basic Fire Fighting Training for Housewives

Gandeng Oriska, PT YTL Jawa Timur Berikan Basic Fire Fighting Training for Housewives

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Oriska YTL (Organisasi Istri Karyawan PT YTL) bekerja sama dengan Departemen Safety & Fire PT YTL Jawa Timur memberikan basic fire fighting training for housewives atau pelatihan dasar pemadam kebakaran untuk ibu rumah tangga di perumahan OHC PT YTL-Jawa Timur, Senin hingga Jum’at (6-10/6/2022).

Kegiatan ini setiap harinya diikuti oleh 20 orang dan dibagi dalam 2 sesi yang masing-masing sebanyak 10 orang. Sehingga total peserta selama 5 hari sebanyak 100 orang. Mereka dilatih materi dasar pemadam kebakaran oleh narasumber dari tim Safety & Fire PT YTL Jawa Timur.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan snack, ilmu, souvenir, doorprize serta sertifikat yang diakui. Pelatihan sendiri dibagi dua berupa penyampaian materi dan praktek melakukan pemadaman api dengan menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

Section Head Safety & Fire PT YTL Jawa Timur Josman Ginting mengatakan kegiatan basic fire fighting training for housewives ini merupakan kegiatan setahun sekali yang dilakukan PT YTL Jawa Timur melalui program safety campaign atau kampanye keselamatan. Salah satunya adalah pelatihan dasar pemadam kebakaran untuk ibu-ibu rumah tangga karyawan dari perusahaan.

“Kegiatan ini sangat membantu sekali bahwasanya basic fire atau penanggulangan kebakaran yang sering terjadi di rumah tangga yang sering dialami oleh ibu-ibu. Oleh karena itu, Departemen Safety & Fire memberikan training secara free untuk ibu-ibu karyawan perusahaan dalam menyikapi hal yang bisa terjadi insiden kebakaran atau menjumpai api di dapur atau di dalam rumah tangga masing-masing,” ujarya.

Josman Ginting menerangkan penyebab terjadinya api ada 3 unsur mulai dari panas, bahan bakar dan oksigen. Bila terjadi kebakaran, bagaimana tindakan ibu-ibu sudah paham bagaimana penanggulangan serta bagaimana cara mematikan secara efektif dan efisien menggunakan alat yang sudah tersedia di tempat masing-masing seperti APAR.

“Paling tidak ibu-ibu tahu cara menggunakan pemadam api ringan yang sering kita sebut APAR. Percuma punya tapi tidak bisa menggunakannya. Harapannya khususnya untuk perusahaan bisa menjadi program utama dalam safety campaign. Harapannya semua ibu-ibu bisa mempunyai pengalaman khusus atau bisa menanggulangi dengan sendiri tanpa minta bantuan ke tetangga kanan kiri. Jadi bisa diprakttekan di rumah masing-masing,” tegasnya.

Ketua Oriska YTL Yeni M. Subagiyo mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan memberikan pengetahuan kepada para ibu rumah tangga apabila terjadi kebakaran di rumah masing-masing.

“Sebenarnya api itu awalnya dari kecil, tetapi kalau dibiarkan akhirnya menjadi besar. Dalam menghadapi sebuah kebakaran, bagaimana kita menerapkan metode menjinakkan kebakaran dengan tepat. Kalau ada api dan kita lari, justru dengan waktu beberapa detik api itu akan semakin besar. Tetapi jika ada api, kita langsung sigap dan tanggap, maka kebakaran bisa ditangani dengan baik,” katanya.

Menurut Yeni, pelatihan ini diwajikan oleh manajemen PT YTL Jawa Timur kepada seluruh anggota Oriska YTL dan residen OHC. “Biasanya di dapur ada LPG, tiba-tiba terbakar. Khawatir untuk menghindari hal-hal seperti itu, akhirnya dibiasakan untuk sigap dan tidak perlu menunggu orang lain.

“Ini manfaatnya sangat banyak dan dapat ditularkan kepada anak kita, pembantu kita atau saudara-saudara kita. Karena tidak menutup kemungkinan kita berada di suatu tempat tiba-tiba kebakaran. Tapi dengan ketrampilan dan skill yang kita miliki akhirnya dengan sigap bisa membantu permasalahan tersebut,” jelasnya.

Yeni menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim Safety & Fire PT YTL Jawa Timur yang sudah menggandeng Oriska YTL dalam memberikan pelatihan dasar pemadam kebakaran untuk ibu rumah tangga.

“Kegiatan ini sangat luar biasa sekali, harapannya ibu-ibu rumah tangga bisa sigap dan tanggal di segala situasi dalm hal kebakaran. Kita tetap perlu bantuan orang lain, tetapi paling tidak ibu-ibu bisa langsung melakukan penanganan secepatnya ketika terjadi kebakaran, khususnya di dapur,” pungkasnya. (wan)