KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memperkuat persiapan kesehatan calon jamaah haji melalui pertemuan koordinasi pemeriksaan dan pembinaan kesehatan jamaah haji, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menyamakan langkah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah haji sejak masa persiapan hingga keberangkatan.
Pertemuan diikuti unsur terkait penyelenggaraan kesehatan haji di Kabupaten Probolinggo. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan turut hadir sebagai narasumber untuk memberikan penguatan mengenai pentingnya kolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji.
Berbagai aspek dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembinaan calon jamaah, edukasi kesehatan, kesiapan fisik hingga pendampingan selama proses persiapan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika mengatakan pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan penting untuk mengetahui kondisi calon jamaah secara menyeluruh.
“Pemeriksaan kesehatan jamaah haji bukan hanya untuk mengetahui apakah jamaah sehat atau tidak. Hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan pembinaan dan edukasi kesehatan sesuai dengan kondisi masing-masing jamaah,” katanya.
Menurut Nina, calon jamaah haji perlu mempersiapkan kondisi kesehatan jauh sebelum keberangkatan. Persiapan tersebut penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan aktivitas fisik yang cukup tinggi.
“Jamaah perlu mempersiapkan kesehatan sejak dini. Jangan menunggu mendekati keberangkatan baru mulai menjaga kondisi tubuh. Pemeriksaan dan pembinaan yang dilakukan sejak awal harus dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus memperbaiki faktor risiko yang ada,” jelasnya.
Nina menambahkan, upaya pencegahan penyakit menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan haji. Calon jamaah perlu mendapatkan informasi mengenai cara menjaga kebugaran, pola hidup sehat serta langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit.
“Edukasi kesehatan menjadi sangat penting karena jamaah juga harus mampu menjaga dirinya sendiri. Kami ingin jamaah memiliki pengetahuan yang cukup sehingga dapat mengenali kondisi tubuh dan segera mencari pertolongan apabila mengalami keluhan kesehatan,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemantauan bagi jamaah yang memiliki penyakit atau faktor risiko tertentu. Pendampingan dilakukan agar kondisi kesehatan jamaah dapat dipersiapkan dan dikendalikan sebelum menjalankan ibadah haji.
“Bagi jamaah yang memiliki faktor risiko atau penyakit tertentu, tentu membutuhkan perhatian lebih. Kondisinya harus dipantau dan dikendalikan agar ketika berangkat nanti mereka benar-benar siap menjalankan rangkaian ibadah,” tegasnya.
Nina berharap calon jamaah tidak hanya mengandalkan pelayanan petugas kesehatan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan secara mandiri. “Kesehatan jamaah merupakan tanggung jawab bersama. Petugas memberikan pemeriksaan, pembinaan dan pendampingan, tetapi jamaah juga harus aktif menjaga kesehatan, mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan apabila mengalami keluhan,” tuturnya.
Sementara Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan turut memperkuat koordinasi antara sektor kesehatan dan penyelenggara haji. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan kebutuhan jamaah dapat dipersiapkan secara menyeluruh.
Dinkes Kabupaten Probolinggo berkomitmen melanjutkan upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan haji. Pemeriksaan dan pembinaan diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi proses berkelanjutan sampai calon jamaah siap menjalankan ibadah.
“Harapannya, seluruh calon jamaah haji Kabupaten Probolinggo dapat mempersiapkan kesehatan dengan sebaik-baiknya. Dengan kondisi kesehatan yang optimal, jamaah bisa menjalankan ibadah dengan lebih aman, nyaman dan mandiri,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
