Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Disnaker Kabupaten Probolinggo Dorong Lulusan Menjahit Jadi Wirausaha

Disnaker Kabupaten Probolinggo Dorong Lulusan Menjahit Jadi Wirausaha

PAJARAKAN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo terus mendorong peningkatan keterampilan masyarakat sebagai salah satu upaya mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Probolinggo.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar saat penutupan pelatihan menjahit yang digelar melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kraksaan dengan BLKK Zainul Hasan Genggong, Senin (31/8/2026).

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 16 peserta dan berlangsung selama 20 hari kerja. Seluruh peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti rangkaian pelatihan keterampilan menjahit.

Saniwar mengatakan, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar dalam penutupan pelatihan menjahit di BLKK Zainul Hasan Genggong. (Foto : Disnaker)

“Harapannya setelah dilatih, peserta mempunyai skill atau kemampuan menjahit. Ke depan, mereka bisa mempunyai usaha mandiri, membuka jasa jahit, atau bekerja di perusahaan menjahit lainnya,” ujarnya.

Menurut Saniwar, keterampilan menjahit memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan. “Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kemampuan yang diperoleh selama pelatihan untuk mencari pekerjaan di perusahaan garmen maupun industri jahit yang membutuhkan tenaga kerja terampil,” harapnya.

Saniwar menegaskan, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan pemerintah daerah untuk menekan tingkat pengangguran. “Tujuan pokok dari pelatihan ini adalah dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Probolinggo. Semoga tingkat pengangguran di Kabupaten Probolinggo semakin menurun,” terangnya.

Ia menilai masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan peluang kerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendapatkan pekerjaan. Terbatasnya kesempatan menjadi CPNS serta kondisi perusahaan yang juga menghadapi tantangan ekonomi membuat masyarakat perlu memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.

Peserta pelatihan menjahit sedang praktek dipandu tim dari BLK Kraksaan dan BLKK Zainul Hasan Genggong. (Foto : Disnaker)

“Tidak mungkin kita hanya menunggu lapangan CPNS. Salah satu upaya adalah melatih tenaga kerja agar mempunyai kemampuan untuk membuka usaha sendiri. Disnaker Kabupaten Probolinggo akan terus mendorong kegiatan pelatihan berbasis keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha masyarakat,” tambahnya.

Saniwar berharap seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dapat mengembangkan kemampuan menjahit secara konsisten, baik dengan membuka usaha mandiri maupun mencari peluang kerja di industri yang membutuhkan tenaga terampil.

“Alhamdulillah, dari 16 peserta semuanya dinyatakan lulus. Semoga keterampilan yang diperoleh bisa dimanfaatkan dan menjadi bekal untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info