Depan > Kesehatan > Orientasi Peningkatan Petugas Dalam Pembuatan Media Online Cegah Stunting

Orientasi Peningkatan Petugas Dalam Pembuatan Media Online Cegah Stunting

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar orientasi peningkatan petugas dalam pembuatan media online cegah stunting di ruang pertemuan Bale Hinggil Probolinggo, Kamis dan Jum’at (9-10/6/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 33 orang pelaksana promkes puskesmas, 33 puskesmas serta Dinkes Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi teknik menulis berita, praktek menulis berita, dasar fotografi dan vidio untuk berita, dasar editing vidio, praktik produksi berita dan foto, praktek produksi berita vidio serta praktek editing oleh narasumber dari Tim Tadatodays.com.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Penyuluh Kesehatan Masyarakat Muda Sri Rusminah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas puskesmas dalam pembuatan media online cegah stunting di Kabupaten Probolinggo.

”Dengan kegiatan ini mereka akan memahami konsep tehnik menulis berita, dasar fotografi dan vidio untuk berita, dasar editing vidio, praktek produksi berita plus foto dan berita plus vidio serta cara editing vidio,” katanya.

Menurut Sri Rusminah, stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang, sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

“Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Tidak jarang masyarakat menganggap kondisi tubuh pendek merupakan faktor genetika dan tidak ada kaitannya dengan masalah kesehatan,” jelasnya.

Faktanya terang Sri Rusminah, faktor genetika memiliki pengaruh kecil terhadap kondisi kesehatan seseorang dibandingkan dengan faktor lingkungan dan pelayanan kesehatan. “Biasanya, stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat saat mereka memasuki usia dua tahun,” terangnya.

Sri Rusminah menerangkan berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita. Prevalensi stunting ini telah mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Data stunting di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2019 menurun menjadi 16,37 % atau 13.206 dari 80.665 balita yang ditimbang, dengan menyisakan 5.569 balita yang tidak ditimbang. Sedangkan untuk tahun 2020, data ini kembali menurun menjadi 16,24 % atau 12.833 dari sebanyak 79.497 balita yang ditimbang,” pungkasnya. (wan)