Thursday, October 8, 2026
Depan > Kesehatan > Dinkes Kabupaten Probolinggo Tingkatkan Kompetensi Nakes Merawat Lansia

Dinkes Kabupaten Probolinggo Tingkatkan Kompetensi Nakes Merawat Lansia

MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kualitas layanan kesehatan bagi lanjut usia (lansia) melalui pelatihan perawatan jangka panjang lansia bagi tenaga kesehatan di tingkat masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di UPT Latkesmas Murnajati Malang ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lansia yang membutuhkan pelayanan kesehatan berkelanjutan.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 tenaga kesehatan (nakes) dari 30 puskesmas di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode blended learning, yakni pembelajaran secara daring pada 22 hingga 24 Juli 2026, kemudian dilanjutkan pembelajaran tatap muka pada 27 hingga 30 Juli 2026.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi yang cukup lengkap, mulai dari konsep proses menua dan sindrom geriatri, Integrated Care for Older People (ICOPE), pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia, pengelolaan enam domain kapasitas intrinsik, pelayanan kesehatan jiwa dan intelegensia, rehabilitasi medik, latihan fisik, pelayanan gizi, komunikasi dan edukasi kesehatan, hingga tata laksana asuhan serta dukungan sosial bagi lansia.

Selain itu, para peserta juga dibekali kemampuan melakukan perawatan kesehatan lansia di rumah, memberikan pendampingan kepada caregiver atau keluarga yang merawat lansia, menyusun rencana asuhan individual serta melakukan pencatatan dan pelaporan program kesehatan lanjut usia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika mengatakan peningkatan jumlah lansia menjadi tantangan tersendiri bagi sistem pelayanan kesehatan. “Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya angka harapan hidup serta menurunnya angka kelahiran sehingga proporsi penduduk usia lanjut terus bertambah dari tahun ke tahun,” katanya.

Menurut Nina, lansia memiliki karakteristik kesehatan yang berbeda dibanding kelompok usia lainnya. Selain rentan mengalami penurunan fungsi fisik, mereka juga lebih berisiko mengalami malnutrisi, berbagai penyakit penyerta (multimorbiditas), penurunan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari hingga keterbatasan mobilitas.

“Karena itu pelayanan kesehatan bagi lansia harus dimulai dari layanan primer, yaitu puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan. Di sanalah berbagai masalah kesehatan lansia dapat diidentifikasi sejak dini sehingga penanganannya menjadi lebih tepat,” terangnya.

Nina menjelaskan tantangan pelayanan kesehatan saat ini tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya jumlah lansia, tetapi juga keterbatasan jumlah tenaga kesehatan. Oleh sebab itu, tenaga kesehatan di puskesmas harus memiliki kemampuan melakukan pengkajian kapasitas intrinsik lansia menggunakan instrumen sederhana dalam waktu singkat agar pelayanan tetap optimal.

“Melalui pelatihan ini kami ingin meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sehingga mereka mampu memberikan pelayanan yang lebih komprehensif, mulai dari deteksi dini, edukasi, pendampingan hingga perawatan jangka panjang bagi lansia di masyarakat,” jelasnya.

Nina berharap seluruh tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ketika kembali ke wilayah kerja masing-masing. Dengan demikian, pelayanan kesehatan lansia di seluruh puskesmas di Kabupaten Probolinggo dapat semakin berkualitas dan berorientasi pada upaya mempertahankan kemandirian serta kualitas hidup lansia.

“Harapan kami, setelah pelatihan ini para tenaga kesehatan tidak hanya memiliki pengetahuan yang lebih baik, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang lebih profesional dan menyeluruh. Dengan dukungan keluarga serta masyarakat, lansia dapat tetap sehat, mandiri dan produktif sesuai kondisi kesehatannya,” pungkasnya.

Melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan tersebut, Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap pelayanan kesehatan lansia di tingkat puskesmas semakin optimal sehingga mampu menjawab tantangan meningkatnya populasi lansia sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat di masa mendatang. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info