KOTAANYAR – Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris melakukan monitoring dan evaluasi (monev) rehabilitasi Ruas Jalan Triwungan-Gondosuli di Desa Sambirampak Kidul Kecamatan Kotaanyar, Rabu (19/8/2026).
Turut mendampingi Bupati Haris dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo Endang Muji Rahayu, Camat Kotaanyar Hari Pribadi dan Kepala Desa Sambirampak Kidul Junaidi Abdillah.
Dalam monev tersebut, Bupati Haris juga mengunjungi Gedung Serbaguna Desa Sambirampak Kidul untuk menyapa warga dan anak-anak sekolah. Sekaligus melihat tembakau dan gorong-gorong saluran air.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Keberadaan jalan yang baik memiliki dampak besar terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Alhamdulillah kita ada di satu titik lokasi yang sedang kita bangun progres infrastrukturnya. Memang besar harapan kami fokus kepada infrastruktur, terutama jalan. Jalan ini menjadi salah satu prioritas kami ke depan,” katanya.
Bupati Haris menjelaskan, infrastruktur jalan memiliki multiplier effect terhadap sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan hingga perekonomian masyarakat. “Kita memang tidak hanya bicara infrastruktur. Kita ada pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan dan banyak hal lain yang juga menjadi salah satu prioritas. Tetapi di infrastruktur jalan ini ada multiplier effect yang kita harapkan nanti bisa betul-betul maksimal,” jelasnya.
Menurut Bupati Haris, kondisi jalan yang rusak dapat menghambat mobilitas masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan. Kerusakan jalan juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi serta distribusi hasil pertanian.
“Kalau jalan hancur, terutama akses ke pendidikan, ketahanan pangan, kesehatan, ini juga tidak akan maksimal bagi masyarakat dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Itu yang paling penting yang menjadi skala prioritas kita,” tegasnya.

Dalam sektor pertanian jelas Bupati Haris, kualitas jalan juga berpengaruh terhadap biaya distribusi hasil panen. Jalan yang rusak dapat meningkatkan biaya transportasi sehingga berpotensi mengurangi keuntungan petani. “Pada saat jalan ini hancur, otomatis harga pangan di titik sebagus apapun ini juga tidak akan bisa mendapatkan harga yang cukup bagus karena cost-nya tinggi,” lanjutnya.
Bupati Haris mencontohkan kondisi komoditas tembakau yang saat ini memiliki harga cukup baik. Kondisi tersebut harus didukung akses jalan yang memadai agar petani tidak kesulitan mengangkut hasil panen.
“Kita lihat di sini ada tembakau. Alhamdulillah harga tembakau cukup bagus. Tapi bayangkan jika kemudian jalan hancur, masyarakat untuk mengangkut hasil panen dan lain sebagainya ini juga akan kesulitan,” urainya.
Ia juga menyoroti pentingnya jalan yang layak untuk mendukung akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi darurat. “Jangan sampai orang kemudian diangkut karena memang akan melahirkan, sehingga karena jalan hancur melahirkan di jalan dan sebagainya. Jadi ini menjadi salah satu skala prioritas kita,” terangnya.

Meski pembangunan dilakukan secara bertahap, Bupati Haris meminta masyarakat bersabar karena pemerintah daerah juga menghadapi keterbatasan fiskal. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmen Pemkab Probolinggo untuk terus meningkatkan infrastruktur dasar.
“Besar harapan saya masyarakat bersabar karena di sini ada proses di tengah keterbatasan fiskal. Kita upayakan pekerjaan ini, terutama pembangunan investasi jalan ini akan terus kita bangun. Meskipun fiskal kita terbatas, seterbatas apapun kita akan upayakan karena ini harapan masyarakat semua,” tambahnya.
Sementara Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Probolinggo Endang Muji Rahayu menyampaikan pekerjaan peningkatan Ruas Jalan Triwungan-Gondosuli dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.
“Saat ini pekerjaan telah memasuki tahapan persiapan sebelum pengaspalan. Badan jalan terlebih dahulu mendapatkan penanganan teknis melalui pemasangan dan pemadatan Lapis Pondasi Agregat (LPA). Setelah badan jalan siap, baru dilakukan pengaspalan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengaspalan ditargetkan mulai dilakukan pada Rabu pekan depan. Pekerjaan peningkatan jalan tersebut memiliki panjang sekitar 1,2 kilometer. “Perkiraannya hari Rabu minggu depan sudah mulai digelar aspalnya. Kalau prosesnya berjalan sesuai rencana, bulan ini bisa dikatakan rampung,” jelasnya.
Menurutnya, setelah pengaspalan selesai, ruas jalan tersebut pada prinsipnya sudah dapat dimanfaatkan masyarakat. Namun, seluruh tahapan pekerjaan tetap dilakukan sesuai standar teknis untuk menjaga kualitas dan ketahanan infrastruktur. “Setelah pengaspalan selesai, jalan sudah bisa digunakan. Targetnya pekerjaan ini dapat rampung bulan ini,” tegasnya.
Peningkatan Ruas Jalan Triwungan-Gondosuli sepanjang sekitar 1,2 kilometer tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat Desa Sambirampak Kidul dan wilayah sekitarnya. Infrastruktur jalan yang semakin baik juga diharapkan mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan serta distribusi hasil pertanian masyarakat. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
