Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Launching Pendidikan Kesetaraan dan Vokasi Bagi Warga Binaan Rutan Kraksaan

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Launching Pendidikan Kesetaraan dan Vokasi Bagi Warga Binaan Rutan Kraksaan

KRAKSAAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo melaunching pembelajaran kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C serta pendidikan vokasi bagi warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan, Rabu (19/8/2026).

Program pendidikan tersebut diikuti sebanyak 56 warga belajar, terdiri dari 21 warga belajar Paket A, 23 warga belajar Paket B dan 12 warga belajar Paket C. Kegiatan launching dihadiri Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho, jajaran Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kraksaan, tutor, instruktur serta tenaga pendidik.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan pelaksanaan pendidikan kesetaraan di Rutan Kraksaan memiliki makna penting karena menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan hak dan kesempatan memperoleh pendidikan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Rutan Kraksaan, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo dan SKB Kraksaan yang telah berkolaborasi menyelenggarakan pendidikan kesetaraan sekaligus pendidikan vokasi bagi warga binaan Rutan Kraksaan,” katanya.

Menurut Hary, melalui Paket A, Paket B dan Paket C, warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal mendapatkan kesempatan memperoleh layanan pendidikan yang setara. Namun, ia menegaskan pendidikan kesetaraan tidak boleh hanya berorientasi pada perolehan ijazah. Lebih dari itu, pendidikan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, karakter dan keterampilan warga binaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho dalam pembukaan program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan Rutan Kraksaan. (Foto : Disdikdaya)

“Ijazah adalah salah satu hasil pendidikan, tetapi perubahan pengetahuan, sikap, karakter, dan keterampilan adalah tujuan yang jauh lebih penting. Karena itu, pendidikan vokasi juga dihadirkan sebagai bagian dari program pembinaan. Pendidikan vokasi penting karena memberikan keterampilan praktis yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata,” jelasnya.

Hary berharap keterampilan tersebut dapat menjadi modal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan dan kembali ke lingkungan keluarga serta masyarakat. “Saya berpesan kepada seluruh warga binaan untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Lebih lanjut Hary menegaskan masa lalu bukan akhir dari perjalanan hidup, tetapi dapat menjadi bagian dari proses untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan. “Jangan pernah menganggap bahwa masa lalu adalah akhir dari perjalanan hidup. Masa lalu adalah bagian dari perjalanan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menggunakan kesempatan yang ada untuk memperbaiki diri dan menyiapkan masa depan,” tuturnya.

Hary berharap setelah mengikuti program tersebut, warga binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif.

“Jangan berhenti belajar, karena belajar adalah proses untuk mengubah cara berpikir, membangun kepercayaan diri, meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono dalam pembukaan program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan Rutan Kraksaan. (Foto : Disdikdaya)

Sementara Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mendorong seluruh warga binaan untuk mengikuti pendidikan kesetaraan dengan sungguh-sungguh. Program tersebut merupakan kesempatan berharga untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mempersiapkan bekal kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini bisa berlanjut sampai seterusnya dan juga bisa bermanfaat untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, SKB, Rutan Kraksaan dan terutama untuk warga binaan,” ungkapnya.

Menurut Galih, pendidikan yang diperoleh warga binaan selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi bekal ketika mereka telah menyelesaikan masa pidana. “Tolong ikuti dengan sebaik-baiknya, dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan, karena ini adalah kesempatan yang sungguh beruntung. Tanpa harus berusaha lebih, kita bisa mendapatkan pendidikan,” tegasnya.

Galih mengakui warga binaan memiliki berbagai keterbatasan selama menjalani masa pembinaan. Namun, adanya dukungan pemerintah daerah melalui program pendidikan menjadi kesempatan yang harus dimanfaatkan secara optimal. “Walaupun kita ada di sini dengan banyak sekali keterbatasan, kita tetap bisa memperoleh pendidikan dan mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah,” terangnya.

Plt Kepala SKB Kraksaan Djoko Sukamto dalam pembukaan program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan Rutan Kraksaan. (Foto : Disdikdaya)

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan tersebut. Harapannya kolaborasi antara Rutan Kraksaan, pemerintah daerah dan instansi terkait dapat terus diperkuat. “Semoga apa yang kita laksanakan ini bisa mendapatkan amal ibadah dan bisa mendapatkan apa yang kita inginkan bersama,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info