Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dalam rangka bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah bersubsidi di Kecamatan Dringu dan Banyuanyar, Senin dan Selasa (18-19/4/2022).
Untuk dua kecamatan tersebut, Disperindag yang bekerja sama dengan Perum Bulog Probolinggo ini menyediakan 672 paket yang berisi beras 5 kg, gula 2 kg dan minyak goreng 1 liter dengan total harga Rp 81.000,-. Harga tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasaran sebesar Rp 135.000,-.
Senin (18/4/2022), kegiatan pasar murah bersubsidi yang bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-276 tahun 2022 ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Dringu.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih dan Sekretaris Kecamatan Dringu Nursalam.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Probolinggo Endang Rustiningsih mengungkapkan pasar murah bersubsidi ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok di bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah sering dengan melonjaknya harga di pasaran.
“Untuk penerimanya kita arahkan kepada masyarakat kurang mampu melalui kupon yang sudah diberikan oleh kecamatan. Harapannya kegiatan ini benar-benar bisa tepat sasaran,” katanya.
Menurut Endang, dengan adanya pasar murah bersubsidi ini masyarakat kurang mampu bisa terbantu dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang cukup murah. Sebab barangnya sudah disubsidi sebesar 40% dari harga biasanya. “Jadi harganya ini sebesar Rp 135.000, tetapi kita berikan subsidi sebesar 40% sehingga masyarakat kurang mampu cukup membayar dengan harga Rp 81.000,” jelasnya.
Melalui pasar murah bersubsidi ini Endang mengharapkan paling tidak nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pasalnya harga kebutuhan pokok di pasaran sudah semakin tinggi.
“Mudah-mudahan kegiatan pasar murah bersubsidi ini bisa sediki membantu memberikan kebutuhan pokok dengan harga yang sudah disubsidi dari pemerintah untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan bahwa pasar murah bersubsidi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Pemkab Probolinggo pada bulan suci Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah.
“Pasar murah bersubsidi ini dilakukan dalam rangka untuk membantu masyarakat Kabupaten Probolinggo dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang murah karena sudah disubsidi,” katanya.
Anung menegaskan bahwa pasar murah bersubsidi ini diharapkan dapat membanti masyarakat yang sekarang ini masih dalam masa pandemi Covid-19 dan banyaknya inflasi seiring dengan kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Harapannya pasar murah bersubsidi ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan kebutuhan pokok menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah,” pungkasnya. (wan)
