Monday, December 6, 2021
Depan > Kemasyarakatan > RMI NU Kota Kraksaan Harus Bangun Soliditas Menuju Kerja Nyata

RMI NU Kota Kraksaan Harus Bangun Soliditas Menuju Kerja Nyata

Reporter : Wahed Efendi
KREJENGAN – Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan ta’aruf pengurus Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kota Kraksaan masa khidmat 2020-2025, Minggu (15/11/2020) pagi.

Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan ini diikuti oleh jajaran pengurus PCNU Kota Kraksaan dan PC RMI NU Kota Kraksaan.

Kedatangan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI tersebut disambut oleh Kabag Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Didik Abdul Rohim, Camat Krejengan Doddy Kurniawan dan Forkopimka Krejengan, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang juga Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Wasik Hannan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan KH Syihabuddin Sholeh serta Ketua PC RMI NU Kota Kraksaan Gus Habiburrahman.

Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si mengharapkan agar kepengurusan PC RMI NU Kota Kraksaan yang sudah terbentuk tersebut agar bisa membangun soliditas untuk menuju kerja yang nyata.

“RMI masa khidmat 2020-2025 PCNU Kota Kraksaan memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkhidmat di NU sebagai pengurus RMI. Proses regenerasi ini penting dilakukan oleh NU agar supaya anak-anak muda NU itu bisa berkhidmat di ormas ayah ibunya melahirkan selaku darah NU. Hal itu penting untuk dilakukan,” katanya.

Menurut suami Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE tersebut, menjadi bagian dari pekerjaan yang sangat berat bagi RMI NU Kota Kraksaan. Sebab harus memagari bagaimana pondok pesantren itu tetap proses belajar mengajar dan kurikulumnya tetap tidak berubah dari warisan para pendiri NU. “Karena ajaran-ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah itu berbeda dengan Ahlussunnah wal Jamaah persepsi yang bukan keilmuan dari NU,” jelasnya.

Hasan meminta agar pengurus RMI NU Kota Kraksaan ini harus mampu menggerakkan bagaimana pelatihan menuju entrepeneur itu di lakukan oleh pondok pesantren. “Karena nantinya para alumni itu dituntut untuk membangun ekonomi Islam di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Ketua PC RMI NU Kota Kraksaan Gus Habiburrahman menyampaikan program-program kerja yang akan dilakukan oleh RMI NU Kota Kraksaan dalam memberikan pembinaan kepada pondok pesantren sekaligus menyambungkan dengan beberapa pihak luar mulai dari instansi pemerintah maupun perusahaan.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan peninjauan keberadaan bantuan sosial (bansos) puluhan ribu bibit ikan lele yang diberikan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum. (hed)