Depan > Kemasyarakatan > BPBD Gelar Rakor Antisipasi Rawan Bencana

BPBD Gelar Rakor Antisipasi Rawan Bencana

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) antisipasi rawan bencana di Rumah Dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Kamis (18/11/2021).

Kegiatan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono ini diikuti oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dan Kecamatan yang rawan akan terjadinya bencana.

Berdasarkan indentifikasi bencana yang terjadi di Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Dringu bencana banjir bandang, Kecamatan Gending bencana banjir, Kecamatan Kraksaan bencana banjir rob dan banjir di Kali Kertosono yg meluap di Desa Sidopekso, Kecamatan Paiton bencana banjir di Kali Pandanlaras dan Kecamatan Pakuniran bencana banjir di Kali Pandanlaras.

Selanjutnya, Kecamatan Besuk bencana banjir di Kalipandan Pandanlaras, Kecamatan Gading bencana banjir di Kali Kertosono, Kecamatan Krucil bencana longsoran, Kecamatan Tiris bencana longsoran, Kecamatan Sumber bencana longsoran, Kecamatan Bantaran bencana banjir, Kecamatan Sumberasih bencana banjir, Kecamatan Sukapura bencana longsoran, Kecamatan Tongas bencana banjir serta bencana pohon tumbang.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono meminta agar OPD dan kecamatan untuk mengenali jenis bencananya untuk mengurangi resikonya, karena banjir rutin terjadi maka masyarakat diharapkan waspada.

“Aktifkan OPD untuk saling membantu, semisal ada pohon tumbang di Paiton maka OPD terdekat bisa lebih cepat bergerak lebih dahulu karena berdasarkan lokasi BPBD yang berkantor di Kota Probolinggo serta mengaktifkan alat komunikasi HT dan HP,” katanya.

Sekda Soeparwiyono meminta untuk selalu mengupdate berita bencana, mengoptimalkan jejaring dengan relawan, komunitas dan tim Siaga Desa, memantau informasi terkait kondisi cuaca, gelombang tinggi dan kecepatan angin melalui sumber yang jelas pada instansi berwenang (BMKG/PVMBG) serta memeriksa kondisi rumah (drainase, atap, papan reklame dan lain-lain) memangkas ranting pohon rawan tumbang, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar.

“Hindari dan kurangi aktivitas di luar ruangan (berkendara/perjalanan/berlayar) terutama apabila terpantau cuaca buruk disertai angin kencang dan petir. Ketika hujan dalam perjalanan, segera berlindung di tempat yang aman dan hindari berlindung dibawah pohon karena rawan tumbang ketika hujan angin disertai petir. Selalu tingkatkan kewaspadaan apabila melintas di kawasan rawan bencana pada musim hujan terutama banjir, tanah longsor dan angin kencang,” pungkasnya. (wan)