Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > 117 KDKMP di Kabupaten Probolinggo Diverifikasi, Data Jadi Dasar Penguatan Ekonomi Desa

117 KDKMP di Kabupaten Probolinggo Diverifikasi, Data Jadi Dasar Penguatan Ekonomi Desa

PROBOLINGGO – Sebanyak 117 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di 20 kecamatan di Kabupaten Probolinggo menjalani verifikasi dan validasi (verval) untuk memastikan kondisi koperasi sesuai dengan keadaan di lapangan.

Verval dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar tidak hanya terbentuk secara kelembagaan, tetapi mampu berkembang menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan proses verifikasi dan validasi dilakukan untuk memastikan berbagai data terkait KDKMP.

“Data yang diperiksa mencakup kelembagaan, kepengurusan, keanggotaan, kegiatan usaha hingga kesiapan koperasi dalam menjalankan aktivitasnya,” katanya.

Menurut Sugeng, verval memiliki fungsi lebih luas dibandingkan sekadar mencocokkan data administrasi. “Hasil verifikasi diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi riil masing-masing koperasi,” lanjutnya.

Dengan mengetahui kondisi tersebut jelas Sugeng, pemerintah dapat memetakan potensi sekaligus kebutuhan setiap KDKMP. Berbagai persoalan atau tantangan yang dihadapi koperasi di masing-masing wilayah juga dapat menjadi bahan dalam menentukan langkah pembinaan berikutnya.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melakukan verval di salah satu KDKMP Kabupaten Probolinggo. (Foto : DKUPP)

“Verval bukan sekadar memastikan data, tetapi menjadi langkah penting untuk mengetahui potensi, kebutuhan dan berbagai tantangan koperasi di masing-masing desa dan kelurahan,” terangnya.

Data yang akurat dan telah tervalidasi menjadi salah satu dasar untuk menentukan bentuk pembinaan dan pendampingan. Pemerintah juga dapat mengarahkan fasilitasi sesuai dengan kondisi serta kebutuhan koperasi di lapangan.

“Langkah tersebut penting agar penguatan KDKMP tidak dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk seluruh wilayah. Setiap koperasi memiliki kondisi, potensi usaha, sumber daya serta tantangan yang dapat berbeda,” tegasnya.

Melalui verval terang Sugeng, pemerintah juga dapat melihat kesiapan koperasi dalam menjalankan kegiatan usaha sekaligus mendorong pengelolaan koperasi secara lebih aktif, sehat dan profesional.

“Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan pada akhirnya dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Koperasi yang dikelola dengan baik berpotensi menjadi wadah kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung perputaran ekonomi di tingkat desa dan kelurahan,” tuturnya.

Pemkab Probolinggo melalui DKUPP berkomitmen mendorong KDKMP agar tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan. Pembinaan, pendampingan dan fasilitasi diarahkan untuk memperkuat kapasitas koperasi sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto dalam kegiatan verval di salah satu KDKMP Kabupaten Probolinggo. (Foto : DKUPP)

“Sebanyak 117 koperasi yang tersebar di 20 kecamatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi masyarakat dari tingkat paling dekat dengan warga,” tambahnya.

Semangat tersebut sejalan dengan slogan KDKMP Kabupaten Probolinggo, “Kuat Koperasinya, Maju Ekonominya, Sejahtera Masyarakatnya.” “Dari desa, koperasi diharapkan tumbuh bersama masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan ekonomi serta kesejahteraan warga Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info