Depan > Kemasyarakatan > BLK Kraksaan Berikan Pelatihan Berbasis Kompetensi

BLK Kraksaan Berikan Pelatihan Berbasis Kompetensi

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka memberikan bekal ketrampilan kepada masyarakat, UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan berbasis kompetensi untuk 8 (delapan) paket kejuruan dengan sumber dana dari APBN.

Kedelapan paket pelatihan kejuruan tersebut meliputi menjahit pakaian dengan mesin I, menjahit pakaian dengan mesin II, pemasangan listrik bangunan sederhana, computer operator assistant/basic office, servis sepeda motor injeksi, pengelasan SMAW 3G, pembuatan roti dan kue serta bordir.

Masing-masing kejuruan diikuti oleh 16 orang peserta sehingga total untuk delapan paket pelatihan mencapai 128 orang peserta. Sementara jumlah pendaftar untuk semua kejuruan mencapai 356 orang. Semua pelatihan ini akan dipusatkan di UPT BLK Kraksaan, kecuali bordir yang akan ditempatkan di MTU di Desa Maron Kulon Kecamatan Maron.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro didampingi oleh Kepala UPT BLK Kraksaan Ali Imron beserta segenap instruktur, Rabu (9/2/2022).

Kepala UPT BLK Kraksaan Ali Imron mengungkapkan pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan untuk mengupgrade skill, pengetahuan, mengasah sikap, etika dan perilaku peserta dengan tujuan menjembatani program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran, baik disebabkan menunggu lepas pendidikan atau menunggu sebab PHK.

“Pelatihan berbasis kompetensi diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui UPT BLK Kraksaan diimplementasikan dalam bentuk pelatihan gratis dengan harapan dapat bermanfaat bagi calon-calon pencari kerja dalam memperdalam ilmu, mengembangkan potensi dan melegalisasi kompetensi,” ujarnya.

Sementara Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan sesuai bidang kejuruan masing-masing dan meningkatkan ketrampilan masyarakat pada usia produktif yang tidak melanjutkan pendidikan.

“Dengan ketrampilan yang telah dimiliki diharapkan peserta dapat menumbuhkan jiwa wirausaha mandiri serta terwujudnya kualitas sumberdaya manusia yang trampil, kompeten dan produktif pada bidang masing-masing kejuruan yang memenuhi persyaratan untuk mengisi jabatan operator di perusahaan/dunia usaha,” katanya.

Menurut Doddy, pelatihan yang bersumber dari dana APBN ini dilakukan untuk melatih masyarakat pada usia produktif antara usia 18 sampai dengan 35 tahun. Dimana sasaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah untuk terciptanya kompetensi sumber daya manusia unggul demi tercapainya masyarakat terampil dan maju melalui program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas berupa pelatihan berbasis kompetensi.

“Program pelatihan yang ada di UPT BLK Kabupaten Probolinggo mengacu pada kebutuhan
kompetensi yang ada di pasar kerja, sehingga lulusannya dapat diserap di dunia usaha dan industri,” jelasnya.

Dengan pertumbuhan penduduk yang begitu tinggi jelas Doddy, ditambah lagi lulusan dari pendidikan formal kurang terampil, beretos kerja rendah kurang profesional akan mengalami kesulitan masuk di pasar kerja baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk mengatasi hal tersebut UPT BLK Kabupaten Probolinggo berupaya memanfaatkan potensi yang ada untuk mengurangi pengangguran melalui program peningkatan tenaga keja dan produktivitas berupa pelatihan berbasis kompetensi.

“Sehingga dipandang perlu untuk melakukan kegiatan pelatihan pada masyarakat usia produktif agar bisa bersaing di dunia kerja yang diharapkan akan berdampak pada pengurangan angka pengangguran,” pungkasnya. (wan)