Thursday, October 8, 2026
Depan > Informasi Layak Anak > Dinkes Kabupaten Probolinggo Ukur Kebugaran 53 Siswa MTs Zainul Irsyad

Dinkes Kabupaten Probolinggo Ukur Kebugaran 53 Siswa MTs Zainul Irsyad

LECES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo kembali mendorong penerapan pola hidup sehat di kalangan remaja melalui kegiatan pengukuran kebugaran jasmani di MTs Zainul Irsyad Jorongan Kecamatan Leces, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 53 peserta didik yang hadir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 siswa mengikuti tes lari sebagai salah satu bagian dari pengukuran tingkat kebugaran jasmani. Sementara tiga peserta didik lainnya tidak mengikuti tes karena sedang dalam kondisi sakit.

Pengukuran kebugaran jasmani dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik peserta didik sekaligus memberikan gambaran mengenai tingkat kebugaran mereka. Hasil pengukuran tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan edukasi bagi peserta didik untuk lebih memperhatikan kesehatan dan aktivitas fisik.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan kegiatan pengukuran kebugaran merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif yang menyasar kelompok usia sekolah.

“Pengukuran kebugaran jasmani ini penting untuk mengetahui kondisi kebugaran peserta didik. Dari kegiatan ini, anak-anak juga diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin,” ujarnya.

Menurutnya, kebugaran jasmani memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas anak sehari-hari. “Kondisi fisik yang baik dapat membantu peserta didik menjalankan berbagai aktivitas, termasuk mengikuti proses pembelajaran di sekolah,” lanjutnya.

Siswa dan siswi MTs Zainul Irsyad Jorongan Kecamatan Leces mengikuti kegiatan pengukuran kebugaran jasmani dari Dinkes Kabupaten Probolinggo. (Foto : Dinkes)

Sri Wahyu menerangkan Dinkes Kabupaten Probolinggo terus mendorong agar kebiasaan hidup sehat dapat diterapkan sejak usia sekolah. Selain melakukan aktivitas fisik, peserta didik perlu memperhatikan pola makan, waktu istirahat serta perilaku hidup bersih dan sehat.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya mengikuti pengukuran saat kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadikan aktivitas fisik dan pola hidup sehat sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Pelaksanaan pengukuran kebugaran di MTs Zainul Irsyad Jorongan berlangsung dengan tertib dan mendapat dukungan dari pihak sekolah. Peserta didik mengikuti rangkaian kegiatan sesuai kondisi masing-masing.

“Bagi peserta yang sedang sakit, tidak mengikuti tes lari menjadi langkah yang tepat untuk menghindari risiko terhadap kondisi kesehatan mereka. Sementara peserta yang mengikuti tes mendapatkan pengalaman sekaligus pemahaman mengenai pentingnya mengetahui kondisi kebugaran tubuh,” terangnya.

Sri Wahyu menambahkan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga kebugaran sejak dini. “Generasi muda yang sehat dan aktif tentu menjadi harapan bersama. Karena itu, upaya promotif dan preventif perlu terus dilakukan agar anak-anak memiliki kesadaran untuk menjaga kebugaran dan menerapkan pola hidup sehat,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Sri Wahyu berharap semakin banyak peserta didik yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan diri. “Kebugaran jasmani yang baik diharapkan dapat mendukung aktivitas belajar, kegiatan sehari-hari serta peningkatan kualitas kesehatan remaja secara berkelanjutan,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info