Thursday, October 8, 2026
Depan > Kesehatan > RSUD Waluyo Jati Perkuat Layanan TBC Resistan Obat

RSUD Waluyo Jati Perkuat Layanan TBC Resistan Obat

KRAKSAAN – RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menjadi lokasi pelaksanaan Clinical Mentorship Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bersama STPI Jawa Timur dan Dinkes Provinsi Jawa Timur, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan dan penatalaksanaan pasien TBC Resistan Obat. Selain itu, mentorship diarahkan untuk memperkuat koordinasi jejaring layanan TBC di Kabupaten Probolinggo.

Pelaksanaan kegiatan diikuti sejumlah tenaga kesehatan dari berbagai unsur. Di antaranya Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD Waluyo Jati dr. Sofie Giantari, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika, dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam, tenaga farmasi, tenaga laboratorium, perwakilan dua puskesmas serta tenaga kesehatan terkait lainnya.

Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD Waluyo Jati dr. Sofie Giantari menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan rumah sakit tersebut sebagai lokasi Clinical Mentorship TBC RO.

“Kami menyambut baik kehadiran para narasumber dan peserta yang mengikuti kegiatan. Kegiatan mentorship menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan koordinasi dalam pelayanan pasien TBC RO,” ujarnya.

Materi dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang penanggulangan TBC. Mereka yakni dr. Ayu Hartini dari STPI Jawa Timur, dr. Rezki Tantular serta Ivanullah A. dari Dinkes Provinsi Jawa Timur.

Beragam materi diberikan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai penanganan TBC Resistan Obat. Pembahasan tidak hanya mencakup aspek klinis, tetapi juga berkaitan dengan pengelolaan layanan serta penguatan jejaring dalam upaya penanggulangan TBC.

Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta terlihat aktif mengikuti pemaparan materi, mengajukan pertanyaan serta berdiskusi mengenai berbagai pengalaman dan tantangan yang ditemui dalam pelayanan pasien TBC RO di masing-masing fasilitas kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika mengharapakan Clinical Mentorship ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga dapat diterapkan dalam pelayanan di fasilitas kesehatan masing-masing. “Dengan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, penanganan pasien TBC RO diharapkan semakin optimal,” ungkapnya.

Kolaborasi antara Dinkes Kabupaten Probolinggo, STPI Jawa Timur, Dinkes Provinsi Jawa Timur, RSUD Waluyo Jati dan fasilitas kesehatan lainnya juga diharapkan semakin solid. Penguatan jejaring tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan pasien mendapatkan pelayanan TBC RO yang berkualitas dan berkesinambungan.

Melalui kegiatan ini, RSUD Waluyo Jati tidak hanya berperan sebagai lokasi pelaksanaan mentorship, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas penanggulangan TBC Resistan Obat di Kabupaten Probolinggo. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info