Depan > Kemasyarakatan > Muslimat NU Gelar Lokakarya Optimalisasi Pemanfaatan Jalan Jalur PRIM

Muslimat NU Gelar Lokakarya Optimalisasi Pemanfaatan Jalan Jalur PRIM

Reporter : Syamsul Akbar
SUKAPURA – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Probolinggo menggelar lokakarya pembelajaran program dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Jalan Jalur PRIM” di Hotel Sukapura Permai Kecamatan Sukapura, Kamis (29/9/2022).

Kegiatan yang disponsori oleh Kemitraan Indonesia Australia Untuk Infrastruktur (KIAT) ini diikuti oleh 65 orang peserta terdiri dari unsur pengurus NU, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU dan IPPNU se-PCNU Kabupaten Probolinggo serta pelaku UMKM dari Kecamatan Tongas, Lumbang dan Sukapura yang tergabung dalam Paguyuban UMKM Srikandi Bromo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo dan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Diskopar) Kabupaten Probolinggo.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati mengungkapkan lokakarya pembelajaran program ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menemukan solusi bersama dalam mendongkrak pariwisata dan UMKM di sepanjang jalur PRIM (Provincial Road Improvement Maintenance).

“Jalur PRIM yang merupakan pembangunan jalan dari Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) yang aman, nyaman dan berkeselamatan tersebut haruslah memiliki dampak atau imbas bagi peningkatan UMKM dan wisatawan,” ujarnya.

Secara otomatis jelas Nurayati, keberadaan jalur PRIM dari PHJD Tongas hingga Sukapura ini harus memiliki dampak terhadap peningkatan kepada UMKM dan peningkatan kepada wisatawan yang hadir ke Bromo.

“Untuk mendukung program pengembangan wisata di jalur PRIM Tongas hingga Sukapura ini, kami sudah memulai membentuk UMKM, melatih dan mendampingi. Bahkan sekarang kita sudah membentuk UMKM itu dalam sebuah wadah Paguyuban Srikandi Bromo. Sejauh ini sudah ada 15 UMKM yang tergabung dalam Paguyuban Srikandi Bromo,” jelasnya.

Menurut Nurayati, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada Wakil Bupati Probolinggo terkait keinginan sebuah tempat untuk memasarkan hasil produk dari UMKM dari Tongas hingga Sukapura.

“Harapannya nanti hasil UMKM itu bisa kita tawarkan kepada wisatawan. Sebab yang kita lihat oleh-oleh ciri khas Bromo itu tidak ada. Padahal oleh-oleh ciri khas Bromo itu berupa keripik kentang. Jadi kita promosikan sehingga ada tempat untuk menampung hasil dari UMKM-UMKM perempuan sekitar jalur PRIM,” terangnya.

Sesuai aturan terang Nurayati, sepanjang jalur PRIM itu tidak boleh dimanfaatkan masyarakat untuk jemur padi, jemur jagung atau menumpuk kayu. Oleh karena itu perlu sosialisasi dari Dinas PUPR dan Diskopar bahwa jalan itu adalah untuk pemanfaatan layanan publik, terutama jalur ke Sukapura.

“Melalui lokakarya ini diharapkan ada peningkatan bagi UMKM dan kedatangan wisatawan ke Bromo. Serta peningkatan layanan publik berupa infrastruktur yang aksesibel untuk pendatang dan keramahan masyarakat di jalur PRIM yang akan meningkatkan wisatawan untuk datang ke Sukapura,” tegasnya.

Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo Kiai Abdul Hamid mengatakan untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan jalan jalur PRIM ini ada beberapa hal yang harus ditingkatkan mulai dari Tongas hingga Sukapura yang menjadi jalur utama yang dilewati para wisatawan Bromo.

“Wisatawan tidak akan merasa tenang dan nyaman memanfaatkan pariwisata apabila masyarakat kurang begitu tanggap, ada gangguan dan sebagainya. Maka dari itu, mari wisatawan ini kita jaga keamanannya,” katanya.

Kiai Hamid juga mengajak agar memanfaatkan jalan jalur PRIM ini dengan membuka usaha untuk peningkatan ekonomi masyarakat. “Keberadaan jalur PRIM ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan jadi penonton di daerah sendiri. Manfaatkan potensi yang ada. Jadilah warga yang sopan kepada para tamu wisatawan,” pungkasnya. (wan)