Thursday, September 23, 2021
Depan > Pemerintahan > 61 Kades Terpilih Jalani Gladi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji

61 Kades Terpilih Jalani Gladi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Sebanyak 61 orang kepala desa (kades) terpilih hasil pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 21 kecamatan akan dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE secara hibryd dan virtual, Senin (9/8/2021) pagi.

Dalam pelantikan nanti, 5 perwakilan kepala desa akan dilantik dan diambil sumpahnya di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo. Sementara sisanya akan mengikuti secara virtual di Pendopo Kecamatan dengan protokol kesehatan secara ketat.

Sebagai persiapan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji tersebut, 61 orang kepala desa (kades) terpilih menjalani gladi di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono dan 21 pendopo kecamatan di Kabupaten Probolinggo oleh masing-masing Camat, Minggu (8/8/2021) sore.

“Alhamdulillah, untuk pelantikan dan pengambilan sumpah/janji 61 kepala desa terpilih sudah siap. Termasuk kelengkapan seragam dan SK Pengangkatan Kepala Desa,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto.

Sementara Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyampaikan semua undangan dan kepala desa yang akan dilantik baik Pendopo Kabupaten Probolinggo maupun Pendopo kecamatan diswab antigen H-1. “Apabila ada kepala desa terpilih hasilnya reaktif maka kegiatan pelatihan dilakukan dengan virtual di rumah kepala desa,” ujarnya.

Menurut Ugas, kepala desa yang akan dilantik dilarang melakukan kegiatan tasyakuran (kerumunan) dan konvoi (pengawalan ramai-ramai). Tetapi disarankan sebaiknya membagikan sembako (tanpa kerumunan) saja sebagai pengganti tasyakuran.

“Apabila kepala desa melakukan pelanggaran aturan-aturan yang sudah ditetapkan maka ada sanksi berupa penundaan pencairan Dana Desa (DD). Mohon doa dan dukungannya supaya pelantikan kades terpilih ini aman Covid-19 sehingga tidak terjadi kluster baru,” harapnya. (wan)