DRINGU – Telepon genggam kini tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk. Peluang tersebut didorong Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Diskoparekraf) Kabupaten Probolinggo melalui workshop upscale video kewirausahaan pemuda pemula tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di ruang PRIC Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo, Selasa-Rabu (29-30/9/2026) tersebut diikuti 120 wirausaha muda yang terbagi dalam dua angkatan.
Workshop mengusung tema “Pemuda Wirausaha yang Mandiri dan Berdaya Saing Menuju Kabupaten Probolinggo SAE Milenial”. Materi tidak hanya berkaitan dengan pembuatan video produk, tetapi juga menyentuh aspek legalitas usaha dan penguatan branding melalui media digital.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Probolinggo Agus Mukson didampingi Kepala Bidang Kepemudaan Diskoparekraf Kabupaten Probolinggo Umi Setyowati.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan dari sejumlah narasumber diantaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Probolinggo, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Probolinggo serta Owner Altamis Film & Video Sambul Anwar atau Mas Aan Ahong.
Adapun materi yang diberikan mencakup cara mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan NPWP, teknik dasar pengambilan gambar, penyuntingan dan penyajian video hingga strategi membangun branding produk melalui konten digital.

Kepala Bidang Kepemudaan Diskoparekraf Kabupaten Probolinggo Umi Setyowati menyampaikan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan generasi muda serta pemilik produk dalam memanfaatkan teknologi digital.
“Di tengah perkembangan media sosial dan ekonomi digital yang semakin pesat, kemampuan menghasilkan konten yang menarik dan komunikatif merupakan salah satu keterampilan yang penting bagi pelaku usaha,” ujarnya.
Menurut Umi, peserta diarahkan agar mampu memanfaatkan perangkat sederhana, khususnya telepon genggam untuk menghasilkan materi promosi yang lebih kreatif dan memiliki nilai jual.
“Workshop ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memproduksi konten video yang dapat digunakan sebagai media promosi, sekaligus membantu membangun branding produk,” terangnya.
Sementara Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Probolinggo Agus Mukson menilai kemampuan membuat konten video produk menjadi salah satu keterampilan penting bagi pelaku usaha muda. “Dengan menggunakan telepon genggam yang kita miliki, kita sebenarnya sudah mempunyai alat promosi yang sangat potensial,” katanya.
Agus berharap peserta tidak hanya memahami pembuatan konten, tetapi juga melengkapi administrasi usaha seperti NIB dan NPWP. “Dengan demikian, kemampuan promosi melalui konten digital dapat berjalan beriringan dengan kesiapan administrasi usaha,” lanjutnya.

Ia juga menekankan agar workshop tidak berhenti pada kegiatan pelatihan dan sertifikat. Peserta diharapkan mampu menghasilkan karya nyata yang dapat langsung digunakan untuk mendukung pemasaran produk. Jangan sampai setelah mengikuti pelatihan ini peserta hanya mendapatkan sertifikat, tetapi tidak mendapatkan keterampilan dan karya nyata.
“Kami berharap setelah workshop, setiap peserta memiliki kemampuan menghasilkan video produk yang lebih menarik, informatif dan profesional serta dapat memanfaatkannya untuk promosi melalui berbagai platform digital,” harapnya.
Agus juga mendorong peserta untuk aktif bertanya, berani mencoba dan langsung mempraktikkan materi yang diperoleh. “Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Bangun kreativitas, bangun jejaring dan terus kembangkan produk yang Saudara miliki. Produk lokal yang dikemas secara kreatif dan dipasarkan melalui kanal digital memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
