Sunday, September 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Wisata Gunung Bromo Siap Dibuka Kembali dengan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Wisata Gunung Bromo Siap Dibuka Kembali dengan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Reporter : Syamsul Akbar
SUKAPURA – Setelah sempat ditutup sejak pertengahan Maret 2020 akibat pandemi COVID-19, obyek wisata Gunung Bromo dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akhirnya akan dibuka kembali mulai Jumat tanggal 28 Agustus 2020 pukul 13.00.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) John Kenedie melalui pengumuman Nomor : PG.05/T.8/BIDTEK.1/KSA/8/2020 Tentang Reaktivasi Bertahap Kunjungan Wisata Alam di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Menuju Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Tanggal 25 Agustus 2020.

“Pembukaan kembali wisata alam Gunung Bromo ini untuk memulihkan kondisi sektor ekonomi dan sosial masyarakat. Tahap awal hanya menerima kapasitas 20 persen dari total kapasitas pengunjung pada umumnya. Nantinya akan dievaluasi setiap minggunya dan apabila tidak ada klaster baru maka jumlahnya akan ditambah secara bertahap,” katanya.

Hanya saja pembukaan kembali wisata Gunung Bromo ini diikuti dengan penerapan Standard Operating Procedure (SOP) kunjungan wisata alam secara bertahap di TNBTS menuju masa adaptasi kebiasaan baru. Selain itu, pembelian karcis masuk dilakukan melalui booking online pada situs bookingbromo.bromotenggersemeru.org.

Selain karena adanya kesepakatan Balai Besar TNBTS bersama 4 (empat) Pemerintah Kabupaten (Lumajang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo) untuk melakukan reaktivasi kegiatan wisata alam di TNBTS pada 4 (empat) pintu masuk kawasan TNBTS, pembukaan kembali wisata Gunung Bromo ini juga untuk menindaklanjuti Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Bupati Probolinggo, Bupati Pasuruan, Bupati Malang dan Bupati Lumajang.

Walaupun wisata Gunung Bromo dibuka kembali, tetapi pihak pengelola akan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan sangat ketat. Jika terjadi pelanggaran protokol kesehatan maka semua pihak bersepakat untuk menerapkan sanksi kepada para pelanggar.

Sementara Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menyampaikan sebagaimana hasil rapat koordinasi 4 Pemerintah Kabupaten (Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang) bersama TNBTS, maka setelah reaktivasi masing-masing Satgas 4 kabupaten akan memantau wilayah masing-masing dan TNBTS akan fokus di pintu masuknya. Serta nantinya akan dibentuk tim bersama TNBTS.

“Khusus untuk pintu masuk Kabupaten Probolinggo, Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Wisatawan yang tidak memakai masker tidak boleh masuk kawasan Gunung Bromo. Terlebih lagi bagi wisatawan yang sedang sakit,” katanya. (wan)