Monday, June 24, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Turunkan Stunting, DP3AP2KB Tingkatkan Kapasitas Bagi Kader SOTH

Turunkan Stunting, DP3AP2KB Tingkatkan Kapasitas Bagi Kader SOTH

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dalam rangka peningkatan penurunan stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo melakukan peningkatan kapasitas bagi kader Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di ruang pertemuan RSU Wonolangan, Senin hingga Rabu (6-8/3/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto, manajemen RSU Wonolangan dan Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan Keluarga DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Awi.

Sasaran dari peningkatan kapasitas kader SOTH ini adalah Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita (Poktan BKB) dengan tenaga ahli Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan Keluarga DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Awi, dr umum, COE BKB dan Penyuluh Keluarga Berencana.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengungkapkan kegiatan ini bertjujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan orang tua dalam pengasuhan dan pendampingan calon pengantin, pasangan usia subur dan keluarga beresiko stunting agar terus dilakukan secara massif melalui penguatan dan pendampingan keluarga melalui kegiatan-kegiatan inovatif

“Tujuannya mendapatkan dukungan dari para mitra terkait khususnya TP PKK diberbagai tingkatan wilayah terhadap pelaksanaan promosi KIE 1000 HPK melalui inisiasi pembentukan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH),” ungkapnya.

Anang menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu upaya menciptakan pemahaman yang sama terhadap pentingnya masa 1000 HPK dalam penurunan stunting serta meningkatkan komitmen pemerintah daerah baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa/kelurahan dalam percepatan penurunan stunting melalui promosi KIE pentingnya pendampingan masa 1000 HPK.

“Melalui kegiatan ini kita bisa memperkuat sinergitas dalam pelaksanaan kegiatan SOTH bersama TP PKK di berbagai tingkatan kecamatan/desa/kelurahan/Dasa Wisma,” terangnya.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko mengatakan keluarga Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan antara lain pernikahan yang tidak disiapkan dengan matang, khususnya di Kabupaten Probolinggo yang mana meningkatnya pernikahan di usia anak (pernikahan dini), kompetensi untuk menjadi orang tua yang masih sangat terbatas, pendidikan masyarakat yang rendah dan keterbatasan kondisi ekonomi.

“Selain itu angka perceraian yang terus meningkat yang pada akhirnya memperbesar resiko orang tua dalam melakukan praktek pengasuhan yang baik. Pengetahuan, sikap dan keterampilan orang tua yang masih terbatas untuk melakukan pengasuhan yang baik juga akan memperbesar resiko gangguan pada tumbuh kembang anak,” katanya.

Istri Wakil Bupati Probolinggo ini menegaskan kegiatan inovatif dengan tujuan menginisiasi membentuk Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) merupakan wadah pembelajaran bagi orang tua yang memiliki balita tentang pengetahuan parenting balita. “SOTH dikemas dalam 13 kali pertemuan yang dilaksanakan secara sistimatis seminggu sekali,” jelasnya.

Supaya pembelajaran berjalan terarah dan terukur dalam setiap pelaksanaannya mendapatkan pendampingan dari akademisi atau dari psikolog dan tenaga ahli lainnya dari mitra lintas sector yang ada di lapangan.

Materi yang diberikan diantaranya perencanaan hidup berkeluarga dan harapan orang tua terhadap masa depan anak, rencana hidup dalam keluarga berencana, peran orang tua dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan, peran ayah dalam pengasuhan dan bagi perkembangan moral anak, pembiasaan perilaku hidup bersih sehat pada anak usia dini, perilaku hidup bersih sehat di lingkungan masyarakat, menjaga kesehatan anak usia dini, pedidikan kesehatan di masa pandemi.

Selanjutnya, pemenuhan gizi anak usia dini, gizi seimbang menu makanan sehat bagi anak usia dini, pengenalan kesehatan reproduksi bagi anak usia dini, pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi anak, stimulasi perkembangan gerakan kasar dan gerakan halus, stimulasi tumbuh kembang anak, perlindungan anak, hak perlindungan dan persoalan anak Indonesia, stimulasi perkembangan menolong diri sendiri dan tingkah laku sosial, pentingnya stimulasi tepat untuk mengembangkan emosional anak,

Serta, menjaga anak dari pengaruh media, dampak media sosial bagi perkembangan anak di bawah umur, memahami konsep diri yang positif dan konsep pengasuhan, pengertian konsep diri, komponen dan karakteristik diri, stimulasi komunikasi aktif, pasif dan kecerdasan, stimulasi komunikasi aktif, dan pasif di kelompok bkb dalam perkembangan baduta dan balita, pembentukan karakter anak usia dini, pendidikan anak usia dini dan karakter pola asuh orang tua. (wan)