Depan > Kemasyarakatan > Tugas Pembantuan Pengamanan Lalin Semakin Diminati Masyarakat

Tugas Pembantuan Pengamanan Lalin Semakin Diminati Masyarakat

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Gebrakan demi gebrakan dan inovasi terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Salah satu gebrakan dan inovasi yang dilakukan berupa pemberian tugas pembantuan pengamanan arus lalu lintas di jalur padat pada saat jam kerja dan jam sibuk di sepanjang jalan utama Kabupaten Probolinggo.

“Hakekatnya, peran Dishub dalam tugasnya memberikan pembantuan pengamanan jalur padat pada jam kerja dan jam sibuk sudah dirasakan betul oleh masyarakat,” kata Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik Alami.

Seperti diketahui, mulai dari batas kota di wilayah Kecamatan Dringu sampai Pasar Paiton, petugas Dishub membantu mengatur arus lalu lintas, mengurai kemacetan dan menertibkan para pengguna jalan.

“Sasarannya adalah tempat-tempat strategis seperti lembaga pemerintahan, institusi pemerintahan, lembaga pendidikan dan pasar, termasuk persimpangan jalan yang dinilai dapat berpotensi menimbulkan kerawanan kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Menurut Taufik, pada hakekatnya tugas pembantuan pengamanan arus lalu lintas ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan masyarakat dalam melakukan aktifitas transportasi.

“Selain itu juga tugas pembantuan mengingatkan masyarakat untuk tertib dan disiplin berlalu lintas. Kegiatan ini dilakukan bersinergi dengan Polres Probolinggo. Harapan yang diinginkan, semua jalan-jalan protokol yang rawan kemacetan dan kecelakaan pada saat jam padat atau jam sibuk ada personil dari Dishub,” terangnya.

Taufik menegaskan rencana selanjutnya adalah pengamanan arus lalu lintas jalur Jorongan sampai pertigaan Kecamatan Tegalsiwalan. “Kita sudah menerima beberapa proposal dari lembaga pendidikan dan usulan masyarakat di Kecamatan Leces agar dipasang personil di daerah lembaga pendidikan, Pasar Leces hingga pertigaan Kecamatan Tegalsiwalan,” tegasnya.

Hanya saja Taufik mengaku mengalami kendala dalam penataan personil di beberapa titik strategis yang sudah ditentukan. Sebab pihaknya sangat kekurangan personil. Meskipun selama ini semua komponen Dishub sudah dilibatkan mulai dari Srikandi Dishub yang berasal dari tenaga administrasi hingga petugas Balai Uji Kraksaan.

“Dengan keterbatasan dan kekurangan personil itu, kita mencoba memaksimalkan tenaga lapangan yang ada untuk mengatur jadwal rotasi personil. Misalkan petugas Dishub di Bantaran jika sedang tidak ramai diminta ke Leces dulu untuk membantu pengamanan arus lalu lintas. Demikian pula di Banyuanyar kita tarik ke Leces apabila disana tidak ada keramaian,” ungkapnya.

Taufik menambahkan saat ini yang masih belum tersentuh adalah wilayah barat mulai dari Pesisir Kecamatan Sumberasih sampai dengan Kecamatan Tongas. Padahal jalur tersebut sangat rawan karena merupakan jalur cepat.

“Kita akan bersinergi dengan Polresta Probolinggo untuk bersama-sama mengatasi masalah kemacetan ini. Harapan kita ada tambahan personil yang dapat ditempatkan di jalur Pesisir hingga Tongas. Semua ini kita lakukan dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” pungkasnya. (wan)