Wednesday, April 21, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Tidak Pakai Masker, Pedagang dan Pengunjung Pasar Diberi Sanksi Sosial

Tidak Pakai Masker, Pedagang dan Pengunjung Pasar Diberi Sanksi Sosial

Reporter : Hendra Trisianto
MARON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo melakukan operasi penegakan protokol kesehatan di pasar tradisonal se-Kabupaten Probolinggo, Senin hingga Sabtu (7-12/9/2020).

Seperti yang terlihat di Pasar Maron Kecamatan Maron, Senin (7/9/2020) pagi. Operasi penegakan protokol kesehatan ini diberlakukan kepada semua pedagang maupun pengunjung Pasar Maron. Pedagang dan pengunjung pasar yang tidak memakai masker langsung diberikan sanksi sosial.

Dari pantauan di Pasar Maron, pengunjung yang memasuki pasar tidak memakai masker langsung diberhentikan dan dilakukan pendataan dari petugas yang tergabung dalam Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo. Selain dilakukan penyitaan identitas diri berupa KTP, mereka juga diberikan sanksi sosial mulai dari membersihkan area pasar hingga masuk ke dalam ambulance yang didalamnya sudah ada kerandanya.

Selain itu, Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo juga berkeliling memantau semua pedagang yang ada di Pasar Maron. Pedagang yang kedapatan tidak memakai masker langsung diberikan sanksi sosial. Bahkan ada yang langsung dilakukan penutupan dan penyegelan kios dan bedak karena pedagangnya tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Koordinator Penegakan Keamanan dan Hukum Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan operasi penegakan hukum untuk disiplin protokol kesehatan ini dilakukan dalam rangka ingin menyadarkan dan mengingatkan masyarakat bahwa pandemi COVID-19 sekarang ini sangat berbahaya. “Saat ini kalau bicara data, luar biasa dan lebih ganas lagi. Perkembangan masyarakat yang tertular dan terkonfirmasi positif COVID-19 terus meningkat,” katanya.

Menyikapi hal tersebut jelas Ugas, Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo melakukan sidak (inspeksi mendadak) dalam rangka sedikit memaksa masyarakat dengan harapan masyarakat jera dan tahu bahwa pandemi COVID-19 ini memang risikonya tinggi dan ada kematian.

“Salah satu contoh dari keranda ini, disini mereka memang kami berikan sanksi sosial untuk membayangkan bahwa yang meninggal ini COVID-19. Sehingga betul-betul mereka ini jera dan menyampaikan ke keluarga dan masyarakat sekitarnya. Tetapi dari hal itu memang KTP kami sita. Di Pasar Maron ini tadi sudah ada bedak dan toko yang kita tutup. Jadi kita tidak main-main dalam penegakan protokol kesehatan ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Ugas menegaskan operasi penegakan protokol kesehatan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo ini akan dilakukan selama seminggu ke depan. Setelah itu akan dilanjutkan oleh petugas pasar yang tiap-tiap pasar akan terbentuk Patriot Sehat.

“Selain di pasar, Patriot Sehat ini nanti secara bertahap juga akan terbentuk di berbagai fasilitas umum seperti tempat wisata, pondok pesantren, sekolah dan lainnya, termasuk desa. Sehingga proses ini tidak hanya bergantung pada Satgas. Karena memang Satgas ini terbatas, Satgas Kecamatan dan Desa hanya melakukan hal-hal yang insidentil,” tegasnya.

Dengan adanya operasi penegakan protokol kesehatan ini Ugas mengharapkan masyarakat betul-betul disiplin dan sadar. “Jadi kalau sadar sudah tidak bisa dipaksakan. Menyadari bahwa pandemi COVID-19 ini masih ada di tengah-tengah kita dan musuh kita ini tidak kelihatan. Kalau kita tidak sadar berarti kita tidak ngeman keluarga sendiri, diri sendiri termasuk keluarga yang lain,” harapnya. (dra)

cww trust seal