Sunday, September 26, 2021
Depan > Pemerintahan > Tasyakuran Harkitnas ke-113, Bupati Tantri-Forkopimda Silaturahim Bersama ASN

Tasyakuran Harkitnas ke-113, Bupati Tantri-Forkopimda Silaturahim Bersama ASN

Reporter : Mujiono
PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar silaturahim Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama dengan Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dan Forkopimda sekaligus tasyakuran Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-113, Senin (24/5/2021) di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si dan Forkopimda serta diikuti secara virtual oleh para ASN di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Hadir pula KH Agoes Ali Mashuri selaku Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo untuk memberikan tausiyahnya kepada para ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Silaturahmi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono beserta para Asisten, Staf Ahli dan para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemkab Probolinggo. Pada situasi pandemi Covid-19 ini, kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menjelaskan kegiatan silaturahim ini sengaja digelar dengan mengumpulkan para ASN yang dikemas dalam pertemuan hybrid di tengah-tengah momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah dengan harapan semua amal ibadah dijadikan sebuah amalan dan diampuni dosa-dosa oleh Allah SWT.

“Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-113 ini kita semua kembali menyatukan semangat dan energi untuk mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Para ASN beserta keluarga besar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk terus bersemangat belajar dan berbenah diri, bagaimana mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, amanah dan profesional,” katanya.

Sementara KH. Agoes Ali Mashuri pada ceramahnya menyampaikan barang siapa yang ingin menjadi orang besar/sukses harus berjiwa besar dan berani berpikir yang baik. “Sebuah gerakan sosial kemasyarakatan apapun namanya akan sulit dikalahkan dan tetap eksis bilamana memiliki tiga kekuatan. Yakni kekuatan ideologi, kekuatan basic kemapanan ekonomi terutama masalah pangan dan mempunyai kemapanan kebudayaan lokal,” ungkapnya. (y0n)