Tuesday, May 21, 2024
Depan > Informasi Layak Anak > LKNU Kota Kraksaan Gelar Khitanan Massal

LKNU Kota Kraksaan Gelar Khitanan Massal

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Kraksaan bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan MI Mamba’ul Ulum Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan menggelar khitanan massal, Minggu (17/12/2023).

Khitanan massal gratis ini didukung dan disponsori oleh Samawa Properti, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, PPNI, IDI dan para anggota LKNU Kota Kraksaan sehingga anak yang dikhitan tetap mendapatkan paket khitan berupa sarung songkok baju dan snack.

“Untuk event ini dana kegiatan sosial di Baznas (Badan Amil Zakat Nasional, Red) Kabupaten Probolinggo telah habis. Namun untuk tahun depan tentu Baznas telah menganggarkan kegiatan khitanan massal di wilayah Kabupaten Probolinggo,” kata Sekretaris PC LKNU Kota Kraksaan Sugianto.

Ketua Rumah Khitan NU ini menjelaskan khitanan massal gratis ini merupakan program rutin dari Rumah Khitan PC LKNU Kota Kraksaan untuk warga yang kurang beruntung. Kebetulan untuk kali ini bertepatan dengan Milad ke-61 MI Mamba’ul Ulum Desa Alasumur Kulon Kecamatan Kraksaan.

“Anak yang kami khitan target awal 50 anak, tetapi dalam perkembangannya yang mendaftar 60 anak. Terdiri dari 35 anak dari golongan ekonomi yang kurang mampu serta 25 anak yatim piatu,” jelasnya.

Sugianto menerangkan untuk khitanan massal gratis ini, tim medis dari LKNU berjumlah 25 orang terdiri dari 1 orang dokter spesialis bedah, 1 orang dokter umum, 20 orang perawat dan 3 orang umum.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan program amar makruf nahi mungkar dengan khitan gratis di wilayah Kabupaten Probolinggo. Selain itu, meringankan beban masyarakat yang kurang beruntung, memberi edukasi tinjauan keuntungan khitan dari sisi kesehatan serta menyemarakan syiar Islam melalui program kegiatan PC LKNU Kota Kraksaan,” terangnya.

Melalui kegiatan khitanan massal gratis ini Sugianto mengharapkan program ini dapat dimanfaatkan oleh masyakat secara maksimal. “Harapannya, kehadiran LKNU mampu meringankan beban masyarakat yang kurang beruntung. Tahun depan gebyar khitan massal semakin meningkat kualitasnya dan bertambah kuantitasnya, minimal tahun 2024 bisa mengkhitan 1.000 anak,” pungkasnya. (wan)