Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Kabupaten Probolinggo melakukan pemantauan dan cek lapangan pasca banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Dringu, Kamis (2/12/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Soeparwiyono dan OPD teknis serta Forkopimka Dringu melakukan pemantauan di Desa Kedungdalem dan Desa Dringu Kecamatan Dringu. Terlihat beberapa tanggul jebol dan celah bronjong kawat yang menjadi jalan masuknya air ke rumah-rumah warga.
“Tujuan kami datang kesini untuk melihat secara langsung di lokasi. Sebab tadi malam sempat ada info kalau di wilayah Kecamatan Dringu airnya naik di Desa Kedungdalem dan Dringu. Oleh karena itu saya sengaja mengajak OPD teknis untuk cek kira-kira langkah apa yang harus kita lakukan awal. Tentunya untuk antisipasi hujan berikutnya dan sebagainya,” kata Sekda Soeparwiyono.
Menurut Sekda Soeparwiyono, jangan sampai nanti hujan ini tetap seperti ini dan akhirnya airnya masuk ke rumah-rumah warga sehingga menjadi beban warga. “Insya Allah besok akan ada kerja bakti BPBD dan unsur-unsur yang lain. Syukur-syukur kalau bisa dibantu oleh masyarakat yang lain, terutama yang jebol-jebol dan bronjong-bronjong kawat yang masih memerlukan kekuatan,” tegasnya.
Untuk memperkuat bronjong kawat tersebut Sekda Soeparwiyono memberikan solusi agar memakai glangsi yang disiapkan oleh BPBD. Nanti yang jebol akan segera ditutup sebagai langkah awal.
“Kalau permanennya nanti akan memakai plesengan. Tetapi awal ini adalah antisipasi jangka pendeknya dulu supaya kalau hujan lagi tidak sampai masuk ke rumah-rumah warga,” jelasnya.
Sekda Soeparwiyono menegaskan sungai Kedunggaleng ini adalah kewenangan dari Provinsi Jawa Timur. Saat banjir yang lalu sempat membuat usulan ke Provinsi Jawa Timur. Namun sampai saat ini masih belum tahu apakah sudah masuk ke APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2022.
“Namun tetap saya minta dari OPD teknis, khususnya Bappeda menginventarisir semua usulan dari OPD teknis ini untuk dijadikan satu dan kita usulkan lagi kepada Gubernur Jawa Timur. Syukur-syukur kalau sudah teranggarkan di APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2022,” pungkasnya. (wan)
