Monday, June 24, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Lima Desa Serah Terima Cash For Work Kotaku 2021

Lima Desa Serah Terima Cash For Work Kotaku 2021

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Lima Desa di Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan Serah Terima Cash For Work (CFW) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Tahun Anggaran 2021. Serah terima terebut dilakukan di ruang pertemuan Kantor Bappeda Kabupaten Probolinggo, Kamis (2/12/2021) siang.

Adapun lima desa tersebut adalah Desa Kebonagung, Asembagus dan Rangkang Kecamatan Kraksaan serta Desa Sukokerto dan Desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan. Serah terima pekerjaan (CFW) Program Kotaku tersebut juga dilaksanakan secara virtual bersama 91 Desa/Kelurahan dari 11 Kota/Kabupaten (Pokja) se-Jawa Timur.

Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan dan serah terima hasil kegiatan dari BKM ke PPK PKP dari PPK PKP ke Kades dan dari Kades ke KPP dengan disaksikan oleh OPD terkait dan Asisten Kota Mandiri Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, Plt Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Kecamatan diwakili Ria Lutvi Diarini sangat mengapresiasi kontribusi program Kotaku dalam penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Probolinggo.

Dimana program ini juga menjembatani sinergi dan kolaborasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait didalamnya. Termasuk seluruh perangkat KSM, LKM dan KPP selaku peserta dari program Kotaku yang telah bekerja keras selama ini.

Ria menjelaskan di Kabupaten Probolinggo ada 33 desa pemegang SK kumuh yang ditetapkan oleh Bupati Probolinggo di tahun 2020, namun yang sudah ditentukan base line kategori kumuhnya hanya ada 11 desa dan untuk tahun ini hanya lima desa saja yang mendapatkan CFW.

“CFW ini merupakan awal perjuangan kita dalam penanganan kawasan kumuh karena ini merupakan tahun awal setelah ditetapkannya SK Kumuh. Dan menurut analisis dari Kotaku dan RPK2KPK bahwa belum ada pengurangan kawasan kumuh,” jelas Ria.

Karena perlu diketahui juga kata Ria, bahwa banyak rencana kegiatan-kegiatan fisik penanganan kumuh untuk tahun ini yang harus direfocusing dan dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Jadi kami harap agar selanjutnya untuk fokus pada kegiatan pemeliharaan. Apa yang telah dikerjakan selama ini agar dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik dan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan penunjang lainnya melalui pemanfaatan dana desa,” tandasnya.

Sementara terpisah, Laksono, Kepala Desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan CFW yang juga berdampak positif dalam membantu menopang ekonomi masyarakat khususnya di masa pandemi.

Walaupun dengan anggaran Rp 300 juta per desa, namun kegiatan itu dapat dikerjakan secara maksimal dan bermanfaat langsung kepada masyarakat. Ia juga mengharapkan kegiatan CFW masih tetap berlanjut kedepannya.

“Menurut saya kegiatan ini sangat luar biasa, sejalan dengan visi misi kami yakni melibatkan peran serta masyarakat melalui semangat gotong royong dalam penyelenggaraan pembangunan daerah,” tuturnya. (dra)