Reporter : Syamsul Akbar
MARON – Satuan Tugas (Satgas) BUS Patas (Bersama Untuk Sinergi Loyalitas, Kualitas, Efektifitas Tuntas) Kabupaten Probolinggo mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan UMKM di masing-masing kecamatan.
Salah satunya dengan upaya peningkatan pendapatan masyarakat dengan penguatan BUMDes dan UMKM melalui program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Maron. Dalam hal ini, Satgas BUS Patas Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Forkopimka Maron dan Kepala Desa dengan membentuk sentra/komunitas peternak bebek peking.
Peternakan bebek di wilayah Kecamatan Maron telah berjalan di 9 (sembilan) desa meliputi Desa Maron Kulon, Desa Maron Kidul, Desa Satrean, Desa Brabe, Desa Ganting Wetan, Desa Brani Kulon, Desa Gerongan dan Desa Ganting Wetan dengan nilai investasi sebesar Rp 5.000.000.000 dari BUMDes dan UMKM.
Kamis (25/5/2023), Ketua Harian Satgas BUS Patas Kabupaten Probolinggo Agus Mukson didampingi oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan dr. Mansur dan Camat Maron Hari Kriswanto berkunjung ke sentra komunitas peternak bebek peking di Desa Satrean Kecamatan Maron.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto selaku Ketua Umum Satgas BUS Patas Kabupaten Probolinggo mengatakan BUS Patas ini programnya salah satunya mengentaskan kemiskinan secara global.
“Jadi ada berbagai aspek bidang yang kita tangani dan kita kelola. Disini sebenarnya perannya bukan hanya di tingkat Kabupaten Probolinggo dan kecamatan saja, tetapi desa itu yang justru potensi untuk bisa mengurangi angka kemiskinan. Salah satunya BUMDes,” katanya.
Menurut Sekda Ugas, memang ada beberapa desa yang BUMDesnya menjadi percontohan. Makanya pihaknya menginginkan tiap-tiap desa itu ada BUMDes. Dimana BUMDes ini tidak harus selalu berbentuk wisata, tapi juga bisa berbentuk peternakan, kerajian-kerajinan, produk-produk UMKM makanan dan minuman.
“Semuanya bisa dikelola, apalagi sekarang ada trendnya kalau daerah-daerah itu BUMDes bisa wisata dengan cafenya dan sebagainya. Hal ini bisa dicicil, karena tiap-tiap daerah potensinya berbeda,” terangnya.
Sekda Ugas mengharapkan semoga Tim Satgas BUS Patas dari kabupaten, kecamatan dan desa bisa tetap saling bersinergi. Sebab bagaimanapun juga, BUS Patas ini tidak ada artinya kalau tidak ada manfaatnya.
“Manfaat itu akan dirasakan oleh masyarakat pada saat kita betul-betul melaksanakan. Sekali lagi semangat untuk Satgas BUS Patas dan terima kasih yang sudah maksimal. Yang belum maksimal ayo kita bersama-sama untuk terus menggenjot dan bekerja bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara Ketua Harian Satgas BUS Patas Kabupaten Probolinggo Agus Mukson mengungkapkan bahwa komunitas peternak bebek peking ini merupakan salah satu upaya dalam rangka mengentaskan kemiskinan ekstrim melalui peningkatan pendapatan masyarakat.
“Dalam upaya penghapusan kemiskinan ektrim dilakukan dengan tiga kerangka meliputi penurunan kebutuhan masyarakat, peningkatan pendapatan dan penghapusan kantong-kantong kemiskinan,” ujarnya.
Untuk menyikapi masalah pemasaran, penyediaan bibit, penyediaan pakan dan permodalan jelas Agus, Satgas BUS Patas bersinergi dengan Forkopimka Maron telah melakukan sejumlah langkah-langkah.
“Untuk permasalahan permodalan yaitu dengan Dana Desa melalui penguatan BUMDes dengan program ketahanan pangan. Selain itu telah mendapatkan dukungan dari Bank BNI dan Bank Jatim Cabang Pembantu Maron dengan menyediakan pinjaman dengan bunga sangat rendah,” jelasnya.
Terkait dengan masalah penyediaan bibit, pemasaran dan penyediaan pakan jelas Agus, dibentuk komunitas peternakan bebek yang mampu menyediakan bibit sendiri (DOD), membuat pakan dan jaringan pemasaran. Apalagi ada komitmen dari semua Kepala Desa, setiap panen akan disisihkan sebagian keuntungan untuk membeli susu yang akan diberikan pada anak yang rawan stunting di desanya.
“Ketua Umum Satgas BUS Patas Bapak Ugas Irwanto berharap bahwa langkah penghapusan kemiskinan ekstrim dengan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penguatan BUMDes dan UMKM dapat menjadi contoh bagi kecamatan dan desa lainnya dengan memafaatkan kearifan lokal dan potensi yang ada di desanya masing-masing,” tegasnya.
Sedangkan Camat Maron Hari Kriswanto menyampaikan dipilihnya pengembangan peternakan bebek peking ini dilakukan dengan beberapa alasan. Diantaranya perawatan mudah, relatif aman dari penyakit, usaha rumahan dan permintaan pasar sangat tinggi.
“Disamping itu, ada beberapa permasalahan terkait pemasaran, penyediaan bibit, penyediaan pakan dan permodalan yang sudah dilakukan langkah-langkah sinergi antara Satgas BUS PATAS Kabupaten Probolinggo dengan Forkopimka Maron,” ungkapnya. (wan)
