Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > RPHPT Bayu Perkasa Olah Ikan Laut Jadi Asam Amino untuk Tanaman

RPHPT Bayu Perkasa Olah Ikan Laut Jadi Asam Amino untuk Tanaman

TEGALSIWALAN – Regu Pengendali Hama dan Penyakit Tumbuhan (RPHPT) Bayu Perkasa Kabupaten/Kota Probolinggo mengembangkan inovasi pemanfaatan ikan laut menjadi asam amino untuk mendukung penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Inovasi tersebut dipraktikkan secara mandiri dalam kegiatan RPHPT Bayu Perkasa di Pos Pelayanan Agens Hayati (PPAH) Sumber Jaya Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang diikuti anggota RPHPT Bayu Perkasa tersebut dihadiri oleh JF POPT Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo Muchlisin serta tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tegalsiwalan.

Ketua RPHPT Bayu Perkasa Ika Ratmawati memandu kegiatan mandiri. (Foto : RPHPT Bayu Perkasa)

Ketua RPHPT Bayu Perkasa Ika Ratmawati mengatakan inovasi tersebut menjadi salah satu upaya komunitas untuk merespons persoalan pertanian di lapangan melalui teknologi sederhana yang dapat diterapkan petani.

Menurutnya, pemanfaatan ikan laut sebagai bahan asam amino juga memiliki potensi besar karena Kabupaten Probolinggo memiliki wilayah pesisir dengan sumber daya ikan laut yang melimpah.

“Kita perlu mengantisipasi dengan inovasi sederhana yang mudah ditetapkan oleh semua kalangan khususnya petani dalam mengefektifkan peran penggunaan pupuk dengan peran asam amino sebagai penyempurna pupuk NPK. Karena sebenarnya pupuk NPK hanya sebagai katalis untuk menghasilkan asam amino sebelum akhirnya bisa dimanfaatkan tanaman tersebut,” katanya.

RPHPT Bayu Perkasa melakukan diskusi dalam praktek pemanfaatan ikan laut menjadi asam amino untuk mendukung penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Foto : RPHPT Bayu Perkasa)

Ia menambahkan asam amino dapat berperan dalam aktivitas fisiologis tanaman. “Kebutuhan asam amino dalam jumlah esensial diharapkan dapat mendukung pertumbuhan serta meningkatkan hasil dan kualitas tanaman,” jelasnya.

Praktik pembuatan asam amino kemudian dipandu anggota RPHPT Bayu Perkasa Budiono yang telah memanfaatkan sisa ikan laut untuk bahan pembuatan asam amino.

Dalam praktik tersebut, digunakan 2 kilogram ikan laut, 1 kilogram nanas dan 2 liter tetes. Seluruh bahan dicampurkan dalam satu wadah kemudian difermentasi selama 20 hari hingga menjadi asam amino.

Setelah melalui proses fermentasi, larutan tersebut dapat diaplikasikan pada tanaman dengan terlebih dahulu diencerkan. Dosis yang disampaikan dalam praktik yakni sekitar 1–2 mililiter per liter air. Pengaplikasiannya dapat dilakukan dengan penyemprotan pada tanaman maupun dikocorkan ke tanah.

Foto bersama dengan hasil praktek asam amino oleh RPHPT Bayu Perkasa. (Foto : RPHPT Bayu Perkasa)

Budiono menjelaskan, asam amino merupakan bagian penting dalam proses metabolisme dan dapat dimanfaatkan tanaman untuk mendukung pertumbuhan serta kualitas hasil. Pengembangan pemanfaatan bahan lokal tersebut juga dinilai relevan dengan upaya mendorong pertanian yang lebih ramah lingkungan.

“Asam amino adalah protein yang sudah dipecah melalui proses metabolisme menjadi molekul-molekul kecil sebagai bahan dasar untuk proses biosintesis. Selain manusia, tanaman juga membutuhkan asam amino untuk meningkatkan hasil dan kualitas secara keseluruhan,” terangnya.

Sementara POPT Pangan dan Hortikultura Palupi Wulandari menyampaikan kebutuhan asam amino bagi tanaman serta peran agens hayati dalam pengendalian hama dan penyakit sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap produk sintetis yang kurang mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian.

Praktek asam amino dipandu oleh Budiono di PPAH Sumber Jaya Desa Banjarsawah Kecaatan Tegalsiwalan. (Foto : RPHPT Bayu Perkasa )

Dukungan terhadap inovasi tersebut juga disampaikan JF POPT Diperta Kabupaten Probolinggo Muchlisin. Praktik yang dilakukan RPHPT Bayu Perkasa menunjukkan bahwa inovasi pertanian tidak selalu membutuhkan proses yang rumit.

“Pembuatan asam amino tersebut relatif sederhana dan dapat menjadi pengetahuan yang bisa dikembangkan oleh petani sesuai kebutuhan di lapangan. Semoga aksi nyata RPHPT Bayu Perkasa ini bisa bersinergi dan mendukung program pemerintah ‘Go Organik’ untuk pertanian berkelanjutan,” harapnya.

Melalui kegiatan tersebut, RPHPT Bayu Perkasa tidak hanya mendorong pemanfaatan sumber daya lokal, tetapi juga mengajak petani untuk terus mengembangkan inovasi yang mendukung pertanian berkelanjutan dan menjaga keseimbangan ekosistem. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info