Depan > Berita Terkini > Revitalisasi Gudang SRG, Disperindag Fasilitasi Pertemuan Pengelola dengan Perbankan

Revitalisasi Gudang SRG, Disperindag Fasilitasi Pertemuan Pengelola dengan Perbankan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka untuk mengaktifkan kembali (revitalisasi) Sistem Resi Gudang (SRG) Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo memfasilitasi pertemuan Pengelola Gudang SRG Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan dengan Bank Mandiri Micro Probolinggo, Rabu (23/2/2022).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir, Direktur PT Cipta Utama Argo Niaga Prabowo selaku Pengelola Gudang SRG Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan dan perwakilan Bank Mandiri Micro Probolinggo.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir mengatakan pertemuan antara Pengelola Gudang SRG Alassumur Kulon dengan Bank Mandiri ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali SRG yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Revitalisasi Gudang SRG ini dilakukan untuk bisa membantu para petani. Sebab pada musim panen raya, harga gabah murah yang sangat merugikan petani. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Probolinggo memberikan solusi dengan memasukkan gabah/beras petani/gapoktan/poktan/UMKM dapat disimpan di gudang SRG dan gabah/beras tersebut dapat dijadikan sebagai jaminan permodalan untuk musim tanam selanjutnya,” katanya.

Natsir mengharapkan PT. Cipta Utama Argo Niaga selaku Pengelola Gudang SRG Alassumur Kulon dan Bank Mandiri bisa membantu para petani menghindari jual murah yang sangat merugikan petani.

“Ke depan gabah petani pada musim raya akan disimpan di Gudang SRG dan Bank Mandiri akan memberikan permodalan tanam padi kembali dengan sistem yarnen (bayr pasca panen),” harapnya.

Menurut Natsir, ke depannya tidak hanya Bank Mandiri saja, tetapi BRI, Bank Jatim, Bank Jawa Barat dan Bank Jawa Tengah sudah siap membantu pendanaan melalui Sistem Resi Gudang (surat berharga). “Gudang SRG sebagai tempat stabilisasi harga dan stok gabah/beras pada musim panen raya/saat harga gabah/beras tinggi,” tegasnya.

Natsir menerangkan bahwa pada Rabu (23/2/2022), Tim dari Bappebti melakukan cek fisik Pengelola Gudang SRG Alassumur Kulon setelah cek administrasi lolos tes. Dalam kesempatan tersebut tim Bappebti juga melakukan cek fisik untuk pengembangan Gudang SRG Cold Storage komoditi ikan dan ayam beku di wilayah Mayangan Kota Probolinggo dan PT Cipta Utama Argo Niaga sebagai pengelola gudang SRG tersebut.

“Semoga hal tersebut dapat cepat terlaksana agar petani maupun nelayan khususnya yang ada di Kabupaten Probolinggo dapat memperoleh stabilisasi harga yang baik dan menguntungkan baik petani maupun nelayan dan juga buyer (pembeli),” terangnya.

Lebih lanjut Natsir menambahkan konsep bisnis dari SRG ini merupakan alternatif kredit murah dengan bunga 6% per tahun dengan agunan resi gudang. Keuntungan dari SRG, akses kredit yang mudah dan murah, pengolahan hasil pertanian, tunda jual serta kepastian dan kemudahan penjualan.

“Biasanya pada waktu panen raya harga anjlok, padahal petani butuh uang. Solusinya hasil panen petani disimpan di Gudang SRG dan petani akan memperoleh resi gudang. Nantinya resi gudang dijaminkan di lembaga keuangan bank untuk mendapatkan kredit. Pada saat dijual, kemungkinan harga sudah naik,” tambahnya.

Sementara Direktur PT Cipta Utama Argo Niaga Prabowo selaku Pengelola Gudang SRG Alassumur Kulon mengungkapkan bahwa saat ini Gudang SRG Alassumur Kulon sudah dibuka bagi petani. Bahkan sudah ada beberapa kelompok tani yang masuk. Harapannya keberadaan Gudang SRG ini bisa bermanfaat bagi petani yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Kita menyampaikan terima kasih kepada Disperindag karena sudah memfasilitasi pertemuan dengan Bank Mandiri. Sementara ini Bank Mandiri bisa membiayai SRG dengan fasilitas KUR. Namun ke depannya Bank Mandiri pusat berencana bekerja sama dengan Bappebti pusat untuk ikut dalam pembiayaan program SRG,” ungkapnya. (wan)