Thursday, December 3, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Puluhan Pengurus dan Pengawas Koppontren Dilatih Perkoperasian

Puluhan Pengurus dan Pengawas Koppontren Dilatih Perkoperasian

Reporter : Wahed Efendi
SUMBERASIH – Sebanyak 30 orang pengurus dan pengawas koperasi dari 15 koperasi pondok pesantren (koppontren) di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan perkoperasian dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo, Selasa hingga Kamis (17-19/11/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan di RM Rahayu Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih ini merupakan bagian dari penguatan (internalisasi) kelembagaan bagi koperasi di Kabupaten Probolinggo.

Selama 3 (tiga) hari, para pengurus dan pengawas koppontren ini mendapatkan materi penguatan jati diri koperasi dari Dekopinda Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji, restrukturisasi usaha koppontren dari praktisi koperasi Kabupaten Probolinggo HM. Sidik Widjanarko serta penguatan kelembagaan koperasi dari Lapenkop Jawa Timur M Soleh dan Maikal Azhar.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kembali jati diri koperasi bagi pengurus dan pengawas (refresh). “Selain itu, membangun manajemen koperasi yang baik menuju tata laksana koperasi yang baik (good cooperative governance) sebagai badan hukum dan badan usaha,” katanya.

Menurut Anung, di era ekonomi kompetitif revolusi industri 4.0, koperasi harus sehat, tangguh dan mandiri. Potensi keanggotaan pada pondok pesantren sangat besar dan inilah yang menjadi kekuatan utama bagi koperasi berbasis pondok pesantren.

“Sebagaimana diketahui bersama koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan,” jelasnya.

Lebih lanjut Anung menerangkan koperasi memiliki dimensi ekonomi sebagai badan usaha serta dimensi sosial sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Disinilah yang membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya.

“Potensi keanggotaan yang besar tersebut harus diiringi semangat entrepreneur yang tertuang dalam kinerja koperasi sebagai badan usaha. Kembangkan dan besarkan usaha koperasi namun, jangan melupakan jati diri koperasi,” terangnya.

Anung menambahkan untuk membangun koperasi sebagai badan hukum dan badan usaha, Koperasi harus memenuhi kepatuhan terhadap peraturan perkoperasian yang berlaku serta mengubah sistem kepranataan menjadi lebih modern, inovatif dan adaptif dalam tata laksana serta pelayanankoperasi.

“Untuk menjadi koperasi yang sehat dan mandiri, koperasi harus sehat organisasi, sehat usaha dan sehat keuangan. Sekarang saatnya mengubah paradigma dalam dunia koperasi di Kabupaten Probolinggo menjadi menjadi badan usaha berbasis anggota yang modern, berkualitas serta berdaya saing,” pungkasnya (hed)

cww trust seal