Monday, March 4, 2024
Depan > Kesehatan > PPNI Lantik DPK, Bapena, Badan Pengembangan Usaha dan Komite Pelaksana Etik Daerah

PPNI Lantik DPK, Bapena, Badan Pengembangan Usaha dan Komite Pelaksana Etik Daerah

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Probolinggo melantik Dewan Pengurus Komisariat (DPK), Badan Penanggulangan Bencana (Bapena), Badan Pengembangan Usaha dan Komite Pelaksana Etik Daerah di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Sabtu (12/11/2022).

Usai pelantikan, DPD PPNI Kabupaten Probolinggo menggelar seminar keperawatan nasional dengan tema “Bangkit Perawatku, Bangkit Negeriku”. Seminar ini diikuti secara online dan offline oleh seluruh perawat yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Mujoko, perwakilan Polres Probolinggo, Forkopimka Kraksaan, perwakilan rumah sakit negeri dan swasta serta ketua organisasi keagamaan dan ketua organisasi profesi di Kabupaten Probolinggo.

Prosesi pelantikan dan penandatanganan berita acara pelantikan ini dipimpin oleh Ketua DPD PPNI Kabupaten Probolinggo Sugianto. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan cinderamata kepada Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dan sejumlah undangan.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Probolinggo Sugianto mengucapkan selamat kepada pengurus yang sudah dilantik sebagai pengurus DPK, Bapena, Badan Pengembangan Usaha dan Komite Pelaksana Etik Daerah DPD PPNI Kabupaten Probolinggo. Ada makna, tanggung jawab dan kewajiban yang besar untuk membangun PPNI. “Kami berpesan jangan dijadikan beban, jalankan amanah ini dengan enjoy sehingga tidak menguras tenaga,” ujarnya.

Kepada pengurus yang baru dilantik Sugianto berharap agar semua segera merapatkan barisan untuk menyusun program-program kerjanya dan kompak melaksanakan tugas dan fungsi organisasi.

“Jalankan fungsi-fungsi organisasi ini untuk kesejahteraan anggota dan menjalankan apa yang sudah digariskan oleh pemerintah. Momentum pelantikan ini merupakan start awal untuk bekerja pada periode 2022-2027 menjadi lebih baik lagi dan fungsi organisasi profesi ini betul-betul maksimal,” terangnya.

Sugianto menerangkan tantangan terbesar yang dihadapi pengurus justru berasal dari dalam diri organisasi sendiri. Sebab pengurus itu memiliki bermacam-macam latar belakang yang berbeda. Ada yang betul-betul senang dengan organisasi, ada yang biasa-biasa saja dan ada yang cuek saja.

“Solusinya, kita harus mensosialisasikan program2-program kita, terutama keorganisasian secara massif. Mengapa harus berorganisasi, apa untungnya berorganisasi dan sebetulnya tugas pokok organisasi itu apa,” tegasnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus Dewan Pengurus Komisariat (DPK), Badan Penanggulangan Bencana (Bapena), Komite Pelaksana Etik Daerah serta Badan Pengembangan Usaha DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Probolinggo yang telah dilantik.

“Semoga PPNI tumbuh menjadi organisasi yang semakin profesional dan menjadi organisasi profesi yang mandiri. PPNI Kabupaten Probolinggo telah berbuat dan berkontribusi dalam mengisi dan menyukseskan program-program pemerintah maupun program lain yang bersifat kolaboratif dengan hasil yang memuaskan,” katanya.

Wabup Timbul menjelaskan keberadaan organisasi dengan jumlah anggota hampir 2.000 orang perawat merupakan kekuatan tersendiri untuk aktif dalam pembangunan di Kabupaten Probolinggo.

“Meskipun demikian, belum semuanya dapat tertampung oleh lembaga-lembaga pelayanan kesehatan yang ada, seperti di rumah sakit pemerintah, rumah sakit swata, puskesmas, klinik dan sektor pendidikan,” jelasnya.

Menurut Wabup Timbul, salah satu peran penting perawat yang dirasakan adalah pada saat penanganan pandemi Covid-19. Peran perawat sangat luar biasa, mulai penanganan di faskes tingkat pertama sampai faskes tingkat lanjut bahkan sampai pada penanganan jenazah.

“Oleh karena itu, atas nama pribadi dan pemerintah daerah, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para perawat yang telah menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 sehingga kita semua mampu melewati ujian ini dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

Wabup Timbul berharap PPNI ke depan dapat menjadi mitra pemerintah yang harmonis dalam menyukseskan program pemerintah khususnya di sektor kesehatan. PPNI harus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan, mulai promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. PPNI juga diharapkan dapat menjadi pelayan masyarakat terbaik di sektor kesehatan maupun non kesehatan, termasuk di organisasi kemasyarakatan.

“Oleh karena itu, PPNI dituntut untuk melakukan peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia disertai dengan semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. PPNI juga dituntut untuk dapat mengembangkan inovasi-inovasi layanan kesehatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (wan)