Depan > Kesehatan > Plt Bupati Timbul Hadiri Sosialisasi RAN PASTI

Plt Bupati Timbul Hadiri Sosialisasi RAN PASTI

Reporter : Mujiono
SURABAYA – Dalam rangka percepatan penyelesaian penurunan stunting di Kabupaten Probolinggo, Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko mengikuti sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI), Rabu (2/3/2022) di Vasa Hotel Surabaya.

Turut mendampingi Plt Bupati Timbul, Kepala Dinas Kesehatan dr. Shodiq Tjahjono, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB dr. Anang Budi Joelijanto serta Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Handaka Murwanta.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala BKKBN Hasto Wardoyo selaku Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat dan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Maria Ernawati serta para Wakil Ketua dari unsur Sekretariat Wakil Presiden, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

BKKBN dalam hal ini berkepentingan langsung untuk menjalankan tugasnya sesuai petunjuk langsung Presiden Joko Widodo sebagai pengendali pencegahan stunting di tanah air. Sedangkan sosialisasi yang digelar untuk lebih memperkuat koordinasi dan kesepahaman tentang mekanisme tata kerja, pemantauan, pelaporan, evaluasi dan skenario pendanaan stunting di daerah.

Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat Hasto Wardoyo menyampaikan Jawa Timur menjadi kontributor utama dari penurunan stunting secara nasional. Jika semua kalangan bertekad dan berjuang bersama-sama untuk mengatasi persoalan yang masih ditemui di lingkungan sekitar.

“Pemerintah pusat secara serius menangani persoalan stunting dari sektor hulu hingga hilir. Peran pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, kelurahan hingga desa harus kita gerakkan untuk menurunkan angka stunting di masyarakat,” katanya.(y0n)