Depan > Kemasyarakatan > Galakkan Pedagang Pasar Menabung Melalui Fasilitasi Permodalan Perbankan

Galakkan Pedagang Pasar Menabung Melalui Fasilitasi Permodalan Perbankan

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo terus berinovasi dan membuat terobosan supaya para pedagang yang ada di pasar tradisional se-Kabupaten Probolinggo tidak kesulitan dalam mengakses permodalan dengan perbankan.

Upaya ini dilakukan dengan memberikan fasilitasi permodalan pedagang pasar dengan Bank Mandiri. Namun fokus utama dari upaya ini bukan kepada peminjaman yang akan dilakukan, tetapi bagaimana pedagang yang ada di pasar bisa membudayakan untuk menabung.

Sebagai langkah awal dari program tersebut, Disperindag Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Bank Mandiri Micro Banking Cluster Probolinggo memberikan sosialisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan digitalisasi pedagang pasar Kabupaten Probolinggo di Bale Hinggil Probolinggo, Rabu (2/3/2022) sore.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kepala pasar tradisional se-Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh Natsir, Bank Mandiri Area Head Jember Bambang Ponco Karyo dan Cluster Manager Bank Mandiri Micro Cluster Probolinggo Daniel Tri Nugroho.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank Mandiri Micro Cluster Probolinggo dengan kepala pasar tradisional se-Kabupaten Probolinggo.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir mengatakan fasilitasi ini dilakukan supaya para pedagang pasar bisa lebih familiar dengan perbankan. Paling tidak dengan semakin mengenal perbankan, pedagang tidak hanya bisa meminjam permodalan saja tetapi juga supaya terbiasa menabung.

“Ini salah satu upaya yang kami lakukan untuk menggalakkan agar pedagang pasar tradisional menabung. Target kami dari seluruh pasar tradisional ini ada sekitar 10 ribu pedagang. Sebab banyak pula pedagang yang ada di lapak-lapak. Kasihan kalau mereka tidak dilayani karena tidak mempunyai jaminan,” katanya.

Menurut Natsir, kerja sama dengan Bank Mandiri ini merupakan peluang yang sangat besar bagi pedagang yang membutuhkan permodalan. Sebab untuk program KUR ini, Bank Mandiri menyiapkan limit pinjaman hingga Rp 500 juta dalam kurun waktu 5 tahun dengan bunga 6 persen per tahunnya.

“Untuk limit pinjaman dibawah Rp 5 juta tidak memerlukan agunan dan cukup dengan rekomendasi kepala pasar. Tetapi yang lebih dari Rp 5 juta maka akan mengikuti ketentuan berupa agunan aset,” jelasnya.

Natsir meminta kepada seluruh kepala pasar agar bekerja secara optimal dalam membantu pedagang yang membutuhkan akses permodalan. Namun demikian, kepala pasar juga harus benar-benar selektif dalam memberikan rekomendasi terhadap pedagang pasar yang ingin mengajukan pinjaman permodalan.

“Tetapi bagi yang hanya mau menabung silahkan saja, tidak usah meminjam. Tentunya Bank Mandiri akan tetap melayani dengan baik. Mudah-mudahan ini awal yang baik demi kemajuan Kabupaten Probolinggo. Jika semua sudah familiar, tentunya Bank Mandiri tidak akan segan-segan memberikan program CSR kepada pasar. Misalnya untuk pembuatan papan nama, penyediaan tempat sampah dan lain sebagainya,” tegasnya.

Sementara Bank Mandiri Area Head Jember Bambang Ponco Karyo mengungkapkan bahwa jantung atau urat nadi ekonomi itu ada di pasar salah satunya. “Kalau pasar itu nantinya nyambung dengan perbankan terkait administrasi keuangannya, Insya Allah ekonomi kita akan tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Ponco menerangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pemerintah yang mana sampai dengan tahun 2022 pemerintah melaui Presiden RI Joko Widodo terus menyetujui adaya program KUR.

“Perlu diketahui KUR ini diberikan kepada calon nasabah yang suku bunganya disubsidi oleh pemerintah. Suku bunga ini tidak semua disubsisi namun sebagian. Subsidinya berkisar antara 5 hingga 12,5 persen tergantung limitnya dan sisanya dibayar sendiri oleh pemohon. Suku bunga yang dibayar pemohon adalah 6 persen per tahun,” jelasnya.

Terkait dengan digitalisasi jelas Ponco, ini merupakan salah satu administrasi keuangan yang diarahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa seluruh segmen diharapkan sudah mulai terdigitalisasi. Kalau di Kabupaten Probolinggo dimulai dari pasar itu luar biasa. Sebab segmen-segmen yang lain masih belum dimulai. Harapannya di pasar sudah terdigitalisasi.

“Nanti bisa dipasang QR Code di masing-masing pedagang dan difasilitasi apabila nanti melakuan penyetoran dan penarikan di agen-agen yang telah ditunjuk sebagai agen Bank Mandiri. Apabila di pasar tersebut tidak ada agennya Bank Mandiri, kami membuka ruang untuk menjadikan siapapun yang mengabdikan diri mejadi agen Bank Mandiri,” terangnya.

Sedangkan Cluster Manager Bank Mandiri Micro Cluster Probolinggo Daniel Tri Nugroho menambahkan fasilitasi kerja sama permodalan antara Bank Mandiri dengan kepala pasar bagi pedagang pasar ini merupakan sebuah terobosan yang dilakukan oleh Disperindag Kabupaten Probolinggo.

“Saya hanya sedikit menyampaikan bahwa tanda tangan itu hanya untuk memberikan rekomendasi dari kepala pasar kepada Bank Mandiri untuk penyaluran KUR kepada pedagang. Harapannya kerja sama ini bisa menjadi percontohan. Kami ingin bergerak cepat, begitu perjanjian kerja sama ini ditandatangani, pedagang bisa langsung mengajukan pinjaman dan seketika itu pula langsung diproses,” katanya. (wan)