Wednesday, October 27, 2021
Depan > Pemerintahan > Peserta SKD CASN dan PPPK Non Guru Wajib Negatif Swab Antigen dan Sudah Divaksin

Peserta SKD CASN dan PPPK Non Guru Wajib Negatif Swab Antigen dan Sudah Divaksin

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Hari ini Selasa (21/9/2021) pagi, ribuan pelamar calon abdi negara yang sebelumnya telah lolos seleksi administrasi mulai mendatangi lingkungan kantor Bupati Probolinggo.

Sedikitnya sebanyak 3.193 pelamar yang terdiri dari 2.891 pelamar untuk formasi CASN dan 302 pelamar untuk formasi PPPK Non Guru dijadwalkan menjalani tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Auditorium Madakripura Kantor Bupati Probolinggo hingga 28 September mendatang.

Tidak melulu mental, kepercayaan diri dan kondisi prima saja yang harus mereka bawa sebagai bekal berjuang. Kali ini mereka wajib menunjukkan bukti swab test PCR atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1×24 jam dengan hasil negatif. Tak cukup itu, mereka juga wajib telah divaksin anti corona dosis pertama yang dibuktikan dengan sertifikat vaksin atau menunjukkan bukti unduh melalui laman https://pedulilindungi.id.

Bagi peserta yang belum divaksin karena ibu hamil/menyusui, penyintas Covid-19 sebelum 3 (tiga) bulan dan komorbid yang tidak bisa divaksin, wajib membawa surat keterangan dari dokter pada rumah sakit pemerintah/puskesmas yang menyatakan kondisi tersebut. Khusus peserta yang belum divaksin karena keterbatasan ketersediaan vaksin atau alasan lainnya wajib membawa surat keterangan dari Dinas Kesehatan setempat.

Menurut keterangan Ali Hudan, salah satu peserta SKD CASN asal Desa Rejing Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo yang baru saja menyelesaikan tes pada sesi 1, memang banyak perbedaan tata cara dan aturan yang harus dipenuhi dan ditaati saat melamar SKD tahun ini dibanding pada tahun sebelumnya.

Terkait tata letak dan alur masuk yang disiapkan panitia kata Hudan, rata rata para peserta merasa lebih aman terlebih saat pandemi seperti saat ini. Terutama penerapan protocol kesehatan yang sangat ketat, mulai dari awal masuk lokasi seluruh peserta harus menerapkan jaga jarak, dilarang melepas masker, bahkan wajib cuci tangan pun diawasi oleh panitia.

“Penitipan barang juga sangat diawasi dan dijamin keamanannya. Setelah itu sebelum masuk lokasi tes di lantai V kami juga harus melewati metal detektor dulu,” terang Hudan.

Lebih lanjut bapak muda satu anak ini mengemukakan, untuk segi kualitas dan keamanan aplikasi ujian kali ini terlihat lebih meningkat. Hal ini terlihat pada adanya dua jenis PIN yang harus di input saat login awal. Yakni PIN peserta dan PIN sesi dari panitia. Selain Itu juga ada fitur baru yakni camera live view untuk masing-masing peserta selama tes berlangsung.

“Jadi menurut kami potensi kecurangan sangat bisa diminimalisir apalagi jaringannya menggunakan jaringan lokal sehingga tidak bisa diakses dari luar. Dan lagi selama waktu pengerjaan soal, aplikasi jaringan internet juga sangat aman dan minim error terlihat dari jarangnya peserta yang tunjuk tangan,” ulasnya.

“Alhamdulillah setelah saya cek langsung di website BKN yang telah tersedia, saya berhasil lolos passing grade dengan nilai TWK 65 dan TIU 105 dengan TKP 170. Artinya kali ini saya berkesempatan untuk mengikuti seleksi berikutnya,” ucapnya bangga. (dra)