GENDING – Pemerintah Kecamatan Gending bersama UPT Puskesmas Gending melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) bagi kader posyandu sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu dan Kamis (7-8/10/2026) tersebut berlangsung di aula UPT Puskesmas Gending. Bimtek ini diikuti perwakilan kader posyandu dari 13 desa se-Kecamatan Gending dengan masing-masing desa mengirimkan dua orang kader.
Materi yang diberikan dalam bimtek tersebut meliputi penggunaan buku KIA, tata cara pengukuran bayi, PHBS, ibu hamil risiko tinggi (bumil risti), imunisasi, Tubercullosis (TBC), kesehatan lingkungan hingga stunting.
Camat Gending Winda Permata Erianti mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sekaligus meningkatkan kemampuan kader dalam melaksanakan tugas pelayanan dan penyuluhan kesehatan di masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan bimtek berawal dari hasil evaluasi terhadap kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan. Evaluasi tersebut terlihat saat Kecamatan Gending menggelar lomba penyuluhan kader dalam rangka PHBN HUT Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus lalu. “Pada saat lomba penyuluhan kader di bulan Agustus 2026 yang digelar PHBN HUT RI Kecamatan Gending, kami melihat ternyata kompetensi dan kemampuan berbicara kader ini tidak merata,” ujarnya.
Lebih lanjut Winda menjelaskan, masih terdapat kader yang membutuhkan penguatan terhadap pengetahuan dasar mengenai berbagai materi kesehatan yang berkaitan dengan pelayanan posyandu.
“Penguatan kompetensi ini penting karena kader memiliki peran dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat melalui pelayanan posyandu. Salah satunya melalui meja lima yang secara khusus menjadi bagian penyuluhan kader. Ini harusnya kemampuan setiap kader merata,” jelasnya.

Winda berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan kader secara bertahap, khususnya dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat.
“Harapannya setelah ini kader-kader akan memiliki kemampuan yang merata, lebih berani lagi dalam berkomunikasi, menyampaikan penyuluhan dan informasi kepada masyarakat maupun bumil yang sudah hadir ke posyandu tentang bagaimana kesehatan,” terangnya.
Selain meningkatkan kemampuan komunikasi terang Winda, bimtek tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman kader terhadap berbagai materi kesehatan dasar. “Dengan demikian, informasi yang disampaikan kepada masyarakat melalui kegiatan posyandu dapat dilakukan secara lebih baik dan tepat,” lanjutnya.
Kecamatan Gending juga berencana menjadikan kegiatan peningkatan kapasitas kader sebagai agenda yang dilaksanakan secara berkala. Ke depan, bimtek direncanakan digelar setiap tiga bulan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Gending dan UPT Puskesmas Gending, termasuk dalam dukungan anggaran.
“Insya Allah ke depan kami akan melaksanakan kegiatan ini secara rutin, setiap tiga bulan sekali dengan kolaborasi, termasuk juga kolaborasi anggaran dari Puskesmas Gending dan Kecamatan Gending. Pelaksanaan secara berkala tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada lebih banyak kader dari 13 desa untuk mendapatkan penguatan kapasitas,” tambahnya.
Winda menegaskan peningkatan kapasitas kader tidak hanya diarahkan pada kemampuan menyampaikan penyuluhan, tetapi juga pada penguatan pengetahuan dasar yang dibutuhkan dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat.
“Melalui penguatan kompetensi ini, kader diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa, khususnya dalam mendukung penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
