Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Mahasiswa Unhasa dan DKUPP Kabupaten Probolinggo Dampingi UMKM Gula Aren Kembangkan Bisnis Digital

Mahasiswa Unhasa dan DKUPP Kabupaten Probolinggo Dampingi UMKM Gula Aren Kembangkan Bisnis Digital

KRUCIL – Pengembangan pemasaran produk gula aren di Kabupaten Probolinggo mendapatkan dukungan melalui keterlibatan mahasiswa Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (Unhasa) dalam pendampingan bisnis digital bagi pelaku usaha.

Program tersebut merupakan kolaborasi Unhasa dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo melalui mentoring bisnis digital dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Kerja sama implementasi program ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan berlangsung di Sekretariat Koperasi Pemasaran Pelita Argopuro Jawa Timur yang menjadi sentra pemasaran Aren Rengganis Probolinggo (AR PRO) Communal Branding Gula Aren di Kecamatan Krucil.

Program ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama atau Memorandum of Agreement (MoA) yang sebelumnya telah disepakati kedua pihak.

Suasana pertemuan DDKUPP Kabupaten Probolinggo dan Unhasa membahas pendampingan UMKM gula aren Kabupaten Probolinggo. (Foto : DKUPP)

Dari Unhasa, kegiatan tersebut dipimpin Wakil Dekan Sri Nurhasana bersama Kaprodi Bisnis Digital Beny Yusma. Tim juga melibatkan dosen dari Program Studi Bisnis Digital dan Informatika.

Sementara dari DKUPP Kabupaten Probolinggo hadir Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Muda Mochamad Iqbal Mahardiyani didampingi Tenaga Ahli Pendukung Program Communal Branding Gula Aren Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Vengki Purnomo.

Pelaksanaan mentoring dijadwalkan berlangsung selama Oktober hingga Desember 2026. Lokasinya dipusatkan di Sentra Pemasaran AR PRO Communal Branding Gula Aren Kecamatan Krucil.

Sebanyak tiga mahasiswa S1 Bisnis Digital semester 7 akan diterjunkan dalam program tersebut. Mereka berperan sebagai fasilitator atau mentor lapangan sekaligus memperoleh pengalaman menerapkan pengetahuan bisnis digital secara langsung bersama pelaku UMKM.

Pengawas Koperasi Ahli Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo Mochamad Iqbal Mahardiyani dan Kaprodi Bisnis Digital Unhasa Beny Yusma dalam penandatanganan Implementation Agreement di Sekretariat Koperasi Pemasaran Pelita Argopuro Jawa Timur. (Foto : DKUPP)

Pendampingan juga melibatkan perwakilan dosen S1 Bisnis Digital, DKUPP Kabupaten Probolinggo serta pelaku UMKM yang tergabung dalam AR PRO Communal Branding Gula Aren.

Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat membantu pelaku usaha melihat peluang pengembangan bisnis melalui ekosistem digital. Pendampingan diarahkan pada aspek yang berkaitan dengan pemasaran, penguatan merek serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung perkembangan usaha.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui JF Pengawas Koperasi Ahli Muda Mochamad Iqbal Mahardiyani mengatakan keterlibatan perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan UMKM menghadapi perubahan teknologi dan pasar.

“Sinergi ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi UMKM untuk mendapatkan pendampingan dan penguatan kapasitas, khususnya dalam menghadapi era digital,” ujarnya.

Pengawas Koperasi Ahli Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo Mochamad Iqbal Mahardiyani bersama Wakil Dekan Unhasa Sri Nurhasana bersama Kaprodi Bisnis Digital Beny Yusma. (Foto : DKUPP)

Selain memperkuat kemampuan pemasaran jelas Iqbal, keberadaan AR PRO Communal Branding Gula Aren menjadi bagian penting dalam membangun identitas produk gula aren Kabupaten Probolinggo. “Pendampingan ini diharapkan dapat mendorong produk gula aren memiliki nilai tambah serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas,” harapnya.

Menurut Iqbal, hasil pelaksanaan kegiatan nantinya dituangkan dalam laporan mentoring sebagai dokumentasi sekaligus bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program. Kolaborasi Unhasa dan DKUPP Kabupaten Probolinggo ini mempertemukan unsur perguruan tinggi, pemerintah daerah dan pelaku UMKM dalam satu kegiatan.

“Sinergi ini sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman lapangan. Sementara UMKM mendapatkan dukungan dalam menghadapi kebutuhan bisnis di era digital,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info