Thursday, October 8, 2026
Depan > Informasi Layak Anak > Peringati HUT Himpaudi dan HAN, Himpaudi Kabupaten Probolinggo Gelar Lomba Mamamia Melukis Lampion

Peringati HUT Himpaudi dan HAN, Himpaudi Kabupaten Probolinggo Gelar Lomba Mamamia Melukis Lampion

PAITON – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Probolinggo menggelar Lomba Mamamia Melukis Lampion dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpaudi dan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Pantai Bohay Desa Binor Kecamatan Paiton, Rabu (5/8/2026). Sebanyak 128 finalis terbaik dari 24 kecamatan beradu kreativitas setelah sebelumnya lolos dari seleksi di tingkat kecamatan.

Sebelum memasuki babak final tingkat Kabupaten Probolinggo, Lomba Mamamia Melukis Lampion telah dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo dengan melibatkan sekitar 5.500 peserta. Dari ribuan peserta tersebut, masing-masing kecamatan mengirimkan enam wakil terbaik, yakni juara pertama, kedua, ketiga, harapan pertama, harapan kedua dan harapan ketiga untuk mengikuti kompetisi tingkat Kabupaten Probolinggo.

Suasana Pantai Bohay sejak pagi dipenuhi peserta yang tampil kompak mengenakan busana merah putih. Kehadiran para orang tua yang setia mendampingi anak-anak menciptakan suasana hangat sekaligus menunjukkan besarnya dukungan keluarga terhadap pengembangan kreativitas anak usia dini.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Ketua PP PAUD Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili, Bunda PAUD kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, guru PAUD serta ratusan orang tua peserta.

Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris menyapa para bunda PAUD dalam kegiatan lomba mamamia melukis lampion. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

Dalam perlombaan tersebut, dewan juri melakukan penilaian berdasarkan empat aspek utama meliputi kerapian, ketepatan pemilihan warna, kreativitas dan kelengkapan hasil pewarnaan lampion.

Berdasarkan hasil penilaian, Arumi Aghnia Fakhirah Rande Fatah dari TP An Nur Laily Kecamatan Maron berhasil meraih juara pertama. Juara kedua diraih Rania Fitri dari PAUD Al Hikam Kecamatan Paiton, sedangkan juara ketiga diraih Wulandari dari PAUD Taman Gembira Kecamatan Dringu.

Juara harapan pertama diraih Aisy dari KB Sunan Drajad Kecamatan Banyuanyar. Harapan kedua diraih Adela Dean Ramadan dari KB Ibu Pertiwi Kecamatan Tongas, sedangkan harapan ketiga menjadi milik Adibah Maryam dari KB Umi Sundari Kecamatan Kraksaan.

Tidak hanya menghadirkan kompetisi melukis lampion, acara juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni. Penonton disuguhkan Tari Remo dari Sanggar Tari Gending, Tari Tanduk Majeng yang dibawakan siswi KB Mentari Desa Pohsangit Ngisor Kecamatan Wonomerto hingga penampilan penyanyi cilik asal Kecamatan Kraksaan Sayu Mahira Putri Ayunda.

Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris bersama pemenang hadiah kulkas Siti Maryam, guru KB Mentari Desa Pohsangit Ngisor Kecamatan Wonomerto. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik bagi peserta dan undangan. Hadiah utama berupa satu unit kulkas berhasil dimenangkan oleh Siti Maryam, guru KB Mentari Desa Pohsangit Ngisor Kecamatan Wonomerto.

Puncak kegiatan ditandai dengan pelepasan balon dan burung merpati yang dipimpin langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris. Pelepasan tersebut menjadi simbol harapan agar anak-anak Kabupaten Probolinggo tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, kreatif serta memiliki karakter yang kuat.

Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mengajak seluruh orang tua untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget dengan memperbanyak aktivitas yang melibatkan interaksi langsung antara orang tua dan anak. Kegiatan seperti Lomba Mamamia Melukis Lampion tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana membangun kedekatan emosional dalam keluarga.

“Kegiatan ini sangat luar biasa. Lomba mewarnai bersama ibu dan anak bisa mengurangi intensitas bermain gadget dan menonton televisi. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini menular kepada ibu-ibu di Kabupaten Probolinggo agar hubungan antara ibu dan anak semakin dekat melalui aktivitas mewarnai dan bermain bersama,” ujarnya.

Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh Haris mengikuti gerakan tari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)

Ning Marisa mengajak masyarakat untuk kembali mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak. Berbagai permainan tradisional memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kemampuan motorik, sosial dan komunikasi anak.

“Permainan tradisional yang sekarang mulai hilang harus kita ciptakan dan kita gerakkan kembali. Anak-anak jangan terus-menerus bermain handphone. Mari kita hidupkan lagi permainan tradisional agar mereka bisa tumbuh lebih aktif, ceria dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Ning Marisa juga berpesan kepada seluruh Bunda PAUD dan istri camat agar terus menjadi penggerak edukasi di wilayah masing-masing mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini.

“Saya juga berpesan kepada ibu-ibu camat sebagai orang terdepan di kecamatan agar terus bersosialisasi kepada masyarakat. Edukasi para orang tua di wilayah masing-masing supaya semakin sadar akan pentingnya pendidikan dan pendampingan bagi anak-anak sejak usia dini,” tegasnya.

Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris bersama pemenang lomba mamamia melukis lampion. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan serta keluarga terus diperkuat agar tercipta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal melalui pendidikan, permainan edukatif dan interaksi positif dalam keluarga.

Sementara Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan Pendidikan Anak Usia Dini yang telah menyukseskan penyelenggaraan Lomba Mamamia Melukis Lampion sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2026. “Kegiatan tersebut menjadi ruang yang positif untuk mengembangkan kreativitas anak sekaligus mempererat keterlibatan orang tua dalam proses belajar dan bermain,” ungkapnya.

Siti menjelaskan lomba tersebut menghadirkan pengalaman berbeda bagi anak-anak. Jika selama ini banyak anak menghabiskan waktu dengan gawai dan permainan digital, kini mereka diajak mengekspresikan kreativitas melalui seni melukis lampion bersama orang tua.

“Saya bangga atas tingginya antusiasme masyarakat. Sekitar 5.500 peserta mengikuti pelaksanaan lomba di tingkat kecamatan, sebuah capaian yang menunjukkan semakin tingginya kepedulian keluarga terhadap pendidikan anak usia dini. Tidak mudah menggerakkan partisipasi orang tua dalam jumlah sebesar itu. Ini menjadi bukti kepedulian keluarga terhadap pendidikan anak usia dini semakin kuat dan patut diapresiasi,” terangnya.

Bunda PAUD Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris menyapa penari Tari Remo dari Sanggar Tari Gending. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Ke depan, Siti berharap sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, orang tua dan masyarakat terus diperkuat sehingga layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Probolinggo semakin berkualitas.

“Saya berharap pendidikan anak usia dini, khususnya di Kelompok Bermain (KB), SPS dan PP, semakin berkembang dengan dukungan seluruh elemen masyarakat. Kepedulian orang tua, lintas sektor dan tokoh masyarakat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak mulia, karena semua itu berawal dari pendidikan anak usia dini. Terima kasih kepada Kabupaten Probolinggo yang terus menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap dunia anak,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info