Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > Santri MTs Zaha Genggong Hasilkan Antologi Cerpen, Perkuat Gerakan Literasi

Santri MTs Zaha Genggong Hasilkan Antologi Cerpen, Perkuat Gerakan Literasi

KRAKSAAN – Kreativitas literasi santri MTs Zainul Hasan (Zaha) Genggong kembali mendapat apresiasi. Para santri berhasil menghasilkan buku antologi cerpen yang kemudian diserahkan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo, Rabu (12/8/2026).

Penyerahan buku tersebut dilakukan pengelola Perpustakaan MTs Zaha Genggong saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Dispersip Kabupaten Probolinggo. Antologi cerpen itu merupakan kumpulan karya para santri yang mengikuti Lomba Cerpen dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional.

Karya tersebut menjadi bukti bahwa lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang yang efektif untuk mengembangkan budaya membaca sekaligus kemampuan menulis di kalangan pelajar. Melalui lomba cerpen, para santri diberikan kesempatan untuk menuangkan gagasan, pengalaman, perasaan dan imajinasi mereka ke dalam karya sastra.

Setiap cerpen yang terkumpul memiliki karakter dan warna tersendiri. Beragam cerita yang ditulis para santri tidak hanya mengedepankan kreativitas, tetapi juga menyampaikan pesan positif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sejumlah nilai yang diangkat antara lain persahabatan, perjuangan, kepedulian terhadap lingkungan, semangat belajar serta keteladanan guru dan kiai. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan menulis dapat menjadi sarana bagi pelajar untuk menyampaikan gagasan sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas menyampaikan apresiasi terhadap semangat para santri dalam menghasilkan karya literasi. Antologi tersebut merupakan hasil dari proses belajar yang patut dihargai karena mampu menggabungkan kreativitas, pengalaman dan pesan kebaikan dalam bentuk buku.

“Karya-karya para santri ini menjadi wadah untuk menuangkan ide, perasaan, pengalaman dan imajinasi mereka. Menulis bukan hanya sekadar merangkai kata, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan pesan kebaikan dan nilai-nilai kehidupan,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap cerpen memiliki keunikan yang mencerminkan kreativitas serta potensi literasi yang dimiliki santri MTs Zaha Genggong. “Semangat tersebut diharapkan terus berkembang sehingga para santri tidak berhenti pada satu karya, tetapi terdorong untuk menghasilkan tulisan-tulisan berikutnya,” lanjutnya.

Ulfi berharap terbitnya antologi cerpen tersebut dapat menginspirasi lembaga pendidikan lain untuk mengembangkan kegiatan literasi serupa. Karya siswa dan santri dinilai memiliki potensi untuk didokumentasikan dan diterbitkan sehingga dapat menjadi bagian dari kekayaan literasi daerah.

“Kami berharap karya santri MTs Zaha Genggong ini dapat memotivasi lembaga lain untuk menghasilkan karya dalam bentuk tulisan yang diterbitkan menjadi sebuah buku,” terangnya.

Rencananya, buku antologi cerpen karya santri tersebut juga dapat menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Kabupaten Probolinggo. Dengan demikian, karya para santri tidak hanya tersimpan di lingkungan madrasah, tetapi dapat dibaca dan dinikmati masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan.

“Langkah ini sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang publik yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap karya literasi masyarakat, termasuk pelajar dan santri,” tegasnya.

Melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan dan Dispersip, budaya literasi di Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin tumbuh. Karya-karya pelajar yang diterbitkan menjadi buku dapat menjadi dokumentasi sekaligus motivasi bagi generasi berikutnya untuk berani menulis dan menghasilkan karya yang bermanfaat. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info