Saturday, April 13, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Sosialisasikan Pemanfaatan Pupuk Hayati Cair

Pemkab Sosialisasikan Pemanfaatan Pupuk Hayati Cair

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) memberikan sosialisasi pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC) tahun 2023, Selasa (15/8/2023). Sosialisasi ini dilakukan sehubungan dengan disalurkannya bantuan PHC kepada petani yang berasal dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meringankan beban petani dan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian drh. Faiq El Himmah mengatakan pupuk hayati cair adalah produk yang mengandung mikroorganisme seperti bakteri, jamur atau mikroba lainnya serta nutrisi yang diperlukan oleh tanaman. Pupuk hayati cair bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tanah, meningkatkan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil panen.

“Mikroorganisme dalam pupuk hayati cair membantu meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah, mendekomposisi bahan organik dan meningkatkan pertukaran mineral antara tanaman dan lingkungan. Pupuk hayati cair umumnya diterapkan dengan cara dicampur dengan air dan disiramkan pada tanaman atau disemprotkan pada daun,” katanya.

Faiq menjelaskan pupuk hayati cair memiliki keunggulan dapat mengembalikan kesuburan tanah dengan memperbaiki kondisi biologi, fisik dan kimia tanah serta dapat meningkatkan daya tahan tanaman dari serangan hama dan penyakit.

“Sesuai data luas tanam tanaman pangan tahun 2022 bahwa rata-rata produktivitas pada 5,49 ton/ha dengan luas tanam 45.257 ha dan jagung 5,24 ton/ha dengan luas tanam 41.829 ha. Maka dari itu pemerintah memberikan stimulus sebagai upaya peningkatan produktivitas dengan penyaluran bantuan PHC,” jelasnya.

Menurut Faiq, mulanya bantuan PHC oleh Diperta diusulkan di awal tahun 2023 ke Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian khusus untuk komoditas tanaman pangan (padi, jagung) yang jadwal tanam Januari-Juni 2023.

“Adapun Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) ini tersebar di 12 kecamatan meliputi Kecamatan Tegalsiwalan, Leces, Dringu, Banyuanyar, Tiris, Gading, Besuk, Krejengan, Sumberasih, Gending, Kraksaan dan Tongas. Total luas tanam mencapai 2.060 ha dengan volume 8.240 liter dan 121 kelompok tani,” terangnya.

Faiq menerangkan manfaat potensial dari penggunaan pupuk hayati cair ini diantaranya meningkatkan kesehatan tanah, peningkatan pertumbuhan tanaman, peningkatan kualitas tanaman, pengendalian hama dan penyakit, pengurangan pemakaian pupuk kimia dan ramah lingkungan.

“Namun efektivitas pupuk hayati cair dapat bervariasi tergantung pada jenis mikroorganisme yang digunakan, formula produk, kondisi lingkungan dan jenis tanaman yang ditanam. Penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang diberikan oleh produsen dan melakukan penelitian lebih lanjut sebelum memutuskan untuk menggunakan pupuk hayati cair dalam praktik pertanian atau kebun,” pungkasnya. (wan)