Thursday, February 29, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Lima Desa Terima Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat

Lima Desa Terima Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat

Reporter : Syamsul Akbar
SURABAYA – Sebanyak 5 (lima) desa di Kabupaten Probolinggo menerima program infrastruktur berbasis masyarakat tahap I tahun anggaran 2023 berupa kegiatan Sanimas (Sanitasi Berbasis Masyarakat) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI bekerja sama dengan Komisi V DPR RI.

Serah terima program tersebut dilakukan dari Pejabat Pembuat Komitmen-Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPK-BPPW) Wilayah II Jawa Timur ke 5 (lima) desa penerima manfaat dengan mengetahui Dinas Pengampu Sanitasi dalam hal ini DPKPP (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Kabupaten Probolinggo di Hotel Whiz Luxe Spazio Surabaya, Selasa (15/8/2023) malam.

Kelima desa tersebut diantaranya Desa Sumberrejo Kecamatan Paiton, Desa Curahtemu Kecamatan Kotaanyar, Desa Rawan Kecamatan Krejengan, Desa Brumbungan Kidul Kecamatan Maron dan Desa Bantaran Kecamatan Bantaran.

“Untuk kegiatan Sanimas tahap I ini anggaran yang disediakan untuk setiap desa sebesar Rp 350 juta. Dimana masing-masing desa ada sekitar 36 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat,” kata Kepala DPKPP Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.

Menurut Oemar, untuk tahap II nanti ada 4 (empat) desa yang akan menerima kegiatan Sanimas. Dimana untuk Perjanjian Kerjasama (PKS) sudah dilakukan. “Sekarang ini masih proses pengajuan pencairan dana awal,” jelasnya.

Selain melalui DAK jelas Oemar, ada beberapa program yang didanai melalui proses rembus seperti HAMP (Hibah Air Minum Pedesaan), HALS (Hibah Air Limbah Setempat) dan program yang didanai APBN melalui kemitraan antara Kementerian PUPR dan Komisi V DPR RI seperti BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), PISEW (Pembangunan Infrastruktur Sarana Ekonomi Wilayah), Sanimas dan lain-lain.

“Harapannya ke depan masyarakat dapat terlayani oleh sanitasi mandiri sehingga tercipta masyarakat yang sehat dan ODF (Open Defication Free) atau Bebas dari buang air besar sembarangan serta dapat menurunkan angka stunting di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)