Tuesday, June 22, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Puluhan Petani Terima Bantuan Alsintan

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Puluhan Petani Terima Bantuan Alsintan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai upaya mendukung peningkatan produktifitas pertanian, puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Milenial Desa Kebonagung Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo mendapatkan bantuan puluhan unit alat mesin pertanian (alsintan) dari Komisi IV DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.

Bantuan alsintan yang diberikan sebanyak 86 unit terdiri dari alat perontok jagung, mesin pemanen padi (combine), traktor dan pompa air. Secara simbolis bantuan alsintan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si di areal persawahan Desa Kebonagung Kecamatan Kraksaan, Minggu (11/10/2020).

Kegiatan ini merupakan bagian dari reses masa sidang terakhir tahun anggaran 2020 Hasan Aminuddin sebagai wakil rakyat selaku Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem.

Penyerahan bantuan alsintan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono, Camat Kraksaan Ponirin, Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto serta Ketua Kelompok Tani Milenial Moh. Arif bersama sejumlah petani yang ada di Desa Kebonagung Kecamatan Kraksaan.

Dalam kesempatan tersebut Hasan Aminuddin juga mencoba secara langsung alsintan berupa mesin pemanen padi (combine). Hanya dalam hitungan menit, mesin ini mampu memanen padi secara cepat dan meminimalisir kehilangan hasil.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan bahwa alsintan itu merupakan sarana produksi yang memang dibutuhkan oleh petani. Sarana produksi ini langsung berpengaruh terhadap peningkatan produksi pertanian.

“Bantuan alsintan ini memang diberikan untuk kelompok secara bersama-sama dan bukan perorangan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang. Tujuannya untuk mengatasi persoalan peningkatan produksi karena tanah kita semakin lama semakin terdesak oleh pemanfaatan tanah lainnya,” ungkapnya.

Dengan demikian jelas Nanang, dengan lahan yang sempit dan terbatas diharapkan produksi itu tetap meningkat. “Rata-rata produksi di Kabupaten Probolinggo sekitar 5,6 ton per hektar mulai dari dataran tinggi hingga rendah. Tapi kalau produksinya sudah ada yang maksimal sampai 10 ton per hektar. Dari itu kita memerlukan suatu daya ungkit yang namanya sarana prasarana berupa alsintan,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Kelompok Tani Milenial Moh. Arif mengungkapkan bahwa keberadaan bantuan alsintan ini sangat membantu bagi petani. Kendala dalam meningkatkan produksi pertanian disebabkan pola tanam karena kekurangan alat pertanian dan telat panen sehingga saat produksi pertanian sering kehilangan hasil pertanian. “Dengan adanya bantuan alsintan ini sangat membantu bagi petani agar kehilangan hasil saat panen bisa ditekan,” harapnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani yang istiqomah semenjak lahir hingga hari ini meneruskan pusaka orang tuanya yang bernama sawah dan ladang ditanami dan bercocok tanam dengan istiqomah untuk menghidupi seluruh kebutuhan rumah tangganya.

“Hari ini saya hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang akan panen dalam rangka reses masa sidang terakhir tahun anggaran 2020 sebagai warga masyarakat Kabupaten Probolinggo yang saya wakili khususnya para petani,” katanya.

Hasan mengaku cukup mengkhawatirkan terhadap keberlangsungan regenerasi bagi petani karena banyak generasi muda yang tidak suka kepada profesi ini karena dianggap pekerjaan yang tidak mulia. Padahal sangat mulia pekerjaan petani ini karena keberlangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tergantung pada para tokoh petani dan petani itu sendiri.

“Saya berbicara begitu, karena di tengah-tengah pandemi COVID-19 ada ancaman resesi ekonomi, Indonesia termasuk negara yang tidak akan terancam karena kokohnya dan masih suburnya lahan pertanian di Republik Indonesia,” tegasnya.

Terhadap generasi muda yang masih awam dengan keberadaan alsintan tersebut Hasan menegaskan dengan pendekatan bansos berupa alsintan ini bagian dari ingin memotivasi kepada anak muda. “Tentunya dengan profesi sebagai petani yang tidak kotor, tidak kumuh dan tetap menjadi manusianya sebagaimana profesi lainnya yang dipilih selain pertanian,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal