Thursday, October 28, 2021
Depan > Pemerintahan > Pemkab Probolinggo Ikuti Penyerahan DIPA dan TKDD Secara Virtual

Pemkab Probolinggo Ikuti Penyerahan DIPA dan TKDD Secara Virtual

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengikuti penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Rincian Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2021 oleh Presiden Republik Indonesia H Joko Widodo secara virtual di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (25/11/2020).

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono didampingi oleh Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina dan Sekretaris Bappeda Kabupaten Probolinggo Sentot Triadi Sugiharto.

Penyerahan DIPA dan TKDD tahun 2021 yang disiarkan langsung dari Istana Negara Jakarta tersebut diikuti oleh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Indonesia.

“Pandemi global Covid-19 menyebabkan tahun 2020 menjadi tahun yang sulit dan tidak mudah. Tahun 2021 kita masih menghadapi ketidakpastian. Kecepatan, ketepatan dan akurasi menjadi karakter. Kesehatan dan ekonomi harus segera pulih kembali,” kata Presiden RI Joko Widodo.

Menurut Jokowi, fokus APBN tahun anggaran 2021 diantaranya kesehatan (vaksin, sarana prasarana kesehatan, laboratorium dan penelitian), perlindungan sosial (bagi kelompok kurang mampu dan rentan), Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) (dukungan untuk UMKM dan dunia usaha) dan reformasi struktural (bidang kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial).

“APBN tahun anggaran 2021 tumbuh 0,4% dibandingkan tahun 2020. APBN tahun 2021 mencapai Rp 2.750 T yang akan digunakan untuk belanja K/L sebesar Rp 1.032 T dan DTD dan Dana Desa sebesar Rp 795,5 T. Semua anggaran ini digunakan untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dan prioritas pembangunan,” jelasnya.

Jokowi menegaskan APBN penggerak utama saat ekonomi lesu. Oleh karena itu segera manfaatkan dan belanjakan. Lelang harus dilakukan sejak dini, maksimal Desember 2020 untuk menggerakkan ekonomi di awal tahun 2021. “Bansos harus didistribusikan awal Januari 2021 agar masyarakat bisa belanja dan menggerakkan ekonomi lapisan bawah,” terangnya.

Lebih lanjut Jokowi menegaskan kecepatan menjadi sangat penting untuk menghadapi kondisi krisis. Semangat harus beda lakukan perpindahan chanel ke extra ordinary agar program stimulus bisa cepat bergerak dan dapat meningkatkan daya ungkit.

“Tahun depan, lakukan reformasi anggaran dengan memegang prinsip cermat, efektif dan efisien. Setiap rupiah uang rakyat harus dibelanjakan untuk kepentingan rakyat. Tugas utama kita adalah membantu masyarakat bukan hanya menjalankan rencana,” tegasnya.

Usai mengikuti penyerahan DIPA dan TKDD secara virtual, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono menyampaikan dengan adanya penyerahan DIPA yang dilaksanakan oleh Presiden RI diharapkan betul-betul dilaksanakan sesuai dengan fokus pemerintah mulai dari kesehatan, pendidikan dan yang lainnya.

“Untuk APBD Kabupaten Probolinggo, kita harapkan juga seperti itu. Agar pelaksanaan APBD nanti sebagaimana arahan Bapak Presiden agar betul-betul dilaksanakan dengan baik, efektif, efisien dan betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden RI jelas Sekda Soeparwiyono, untuk proses-proses lelang dan sebagainya diharapkan akhir bulan Desember 2020 sudah dilakukan sehingga pada awal tahun 2021 sudah bisa action dan dilaksanakan.

“Karena di situasi pandemi Covid-19 ini apa yang menjadi fokus pemerintah kesehatan dan pendidikan itu sudah harus berjalan mulai awal tahun 2021. Jangan sampai masih proses lelang dan sebagainya,” pungkasnya. (dra)