Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Probolinggo Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Lima Kecamatan

Pemkab Probolinggo Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Lima Kecamatan

PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bergerak cepat merespons bencana banjir akibat hujan deras dan tingginya debit aliran sungai yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.

Setelah sebelumnya meninjau jembatan putus di Kecamatan Pakuniran pada Sabtu (21/2/2026), jajaran Pemerintah Daerah kembali menerima laporan jebolnya tanggul di pinggiran sungai yang menyebabkan permukiman warga terendam pada Minggu (22/2/2026) dini hari.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, terdapat lima wilayah terdampak banjir yakni Kecamatan Krejengan, Kraksaan, Besuk, Gading serta Kotaanyar tepatnya Desa Tambak Ukir.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto turun langsung ke lokasi terdampak banjir memastikan proses evakuasi berjalan optimal. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyampaikan banjir di wilayah Kecamatan Kraksaan menjadi yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai 1,5 meter.

“BPBD bersama TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan evakuasi. Warga yang sakit dirujuk ke rumah sakit, sementara lansia dievakuasi ke Kantor Kecamatan Kraksaan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Atas arahan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal.

Kepala Pelaksana BPBD Oemar Sjarief dan Kepala Dinsos Rachmad Hidayanto turun langsung ke lokasi terdampak banjir. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

“Saya atas nama Bupati dan Wakil Bupati mewakili beliau untuk langsung terjun ke lapangan meninjau kondisi masyarakat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama, khususnya yang sedang sakit, anak-anak, ibu hamil dan lansia,” tegasnya.

Sekda Ugas bersama jajaran juga meninjau wilayah Patemon Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan. Di lokasi tersebut ditemukan tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai sehingga memperparah luapan air.

Dalam kesempatan itu, Sekda Ugas menegaskan Pemerintah Daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tanggul dan normalisasi aliran sungai guna mencegah kejadian serupa terulang.

Kepala Dinsos Rachmad Hidayanto menyerahkan bantuan nasi bungkus untuk kebutuhan dasar makan sahur warga terdampak banjir. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

“Kita tidak boleh lengah. Selain penanganan darurat, kita akan melakukan langkah-langkah pencegahan. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai menjadi bagian penting dari solusi bersama,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Daerah turut menyerahkan bantuan sementara berupa nasi bungkus untuk kebutuhan sahur warga terdampak.

“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan hanya untuk melihat kondisi, tetapi memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan penanganan berjalan cepat serta terkoordinasi,” tambahnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama Kepala Pelaksana BPBD Oemar Sjarief dan Kepala Disperkim Agus Budianto di lokasi terdampak banjir. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

Pemkab Probolinggo memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor hingga kondisi kembali normal serta menghimbau masyarakat menjaga kebersihan aliran sungai guna meminimalisir risiko banjir di masa mendatang. ***

Penulis : Haryo Rusdianto Susilo
Editor : Tim Bromo Info