Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Resmi Dilantik, PCNU Kabupaten Probolinggo Percepat Transformasi Digital

Resmi Dilantik, PCNU Kabupaten Probolinggo Percepat Transformasi Digital

TEGALSIWALAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031 resmi dilantik dan dibaiat dalam sebuah rangkaian acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Desa Tegalsiwalan Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, Minggu (7/6/2026).

Momentum pelantikan tersebut menjadi tonggak awal penguatan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Probolinggo dengan semangat kolaborasi, kaderisasi serta transformasi digital.

Pelantikan dan pembaiatan dipimpin Wakil Katib PWNU Jawa Timur H. Ilhamullah Sumarkan. Dalam kepengurusan baru ini, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo dijabat Kiai Abdul Hamid dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo diamanahkan kepada Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan.

Selain pelantikan, agenda juga diwarnai dengan penandatanganan nota kesepahaman pendampingan digitalisasi data, program dan pemberdayaan masyarakat Nahdliyin antara PCNU Kabupaten Probolinggo dan Universitas Nurul Jadid. Pada kesempatan yang sama turut diluncurkan aplikasi NUSA PRO (NU Smart Administration Probolinggo) sebagai bagian dari modernisasi tata kelola organisasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur H. Babun Suharto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, jajaran pengurus NU, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, pengurus MWCNU, ranting serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Ketua PBNU KH. Yahya Cholil Tsaquf bersama Wakil Katib PWNU Jawa Timur H. Ilhamullah Sumarkan dan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto memberikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo yang sudah dilantik. (Foto : Ist)

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan menyampaikan kepengurusan baru memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk menjalankan program organisasi selama lima tahun ke depan.

Menurutnya, proses pergantian kepengurusan berjalan dengan baik, penuh kebersamaan dan tanpa gejolak sehingga menjadi fondasi penting dalam memperkuat khidmat organisasi kepada umat.

“Kepengurusan hari ini memiliki modal dasar yang sangat besar. Kebersamaan yang terjalin mulai tingkat cabang hingga ranting menjadi kekuatan utama untuk melanjutkan program-program yang lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Teguh berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam pelantikan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Selain itu, optimalisasi peran lembaga dan badan otonom NU juga menjadi fokus utama kepengurusan baru.

“Digitalisasi organisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas monitoring program serta memperkuat koordinasi di seluruh tingkatan kepengurusan,” tambahnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto memberikan sambutan dalam pelantikan PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031. (Foto : Ist)

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031 yang baru saja dilantik. “Harapannya, amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan dan dedikasi demi kemajuan organisasi serta kemaslahatan umat,” katanya.

Menurut Sekda Ugas, Nahdlatul Ulama memiliki peran penting dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperkokoh keutuhan bangsa. Nilai-nilai tawassuth, i’tidal, tawazun dan tasamuh yang selama ini diusung NU dinilai sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika kehidupan masyarakat saat ini.

“Nahdlatul Ulama bukan sekadar organisasi seremonial. Nahdlatul Ulama adalah jam’iyyah diniyah islamiyah yang telah terbukti menjaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah, menjaga tradisi sekaligus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai tawassuth, i’tidal, tawazun dan tasamuh yang diusung NU sangat kita butuhkan di tengah dinamika zaman,” jelasnya.

Sekda Ugas menjelaskan, sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, NU telah menjadi pilar penting dalam menjaga nilai-nilai Islam yang moderat, toleran dan rahmatan lil ‘alamin. Kontribusi NU dalam bidang pendidikan, sosial, dakwah hingga pemberdayaan masyarakat telah dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas.

“Saya berharap pengurus yang baru dilantik dapat memperkuat kaderisasi agar estafet perjuangan NU terus berjalan, bersinergi dengan pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan penguatan UMKM serta menjadi teladan moderasi beragama dan perekat persatuan warga Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Jajaran PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031 dalam prosesi pelantikan dan pembaiatan di Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Tegalsiwalan. (Foto : Ist)

Wakil Katib PWNU Jawa Timur H. Ilhamullah Sumarkan mengingatkan pentingnya semangat pengabdian dan prestasi bagi seluruh pengurus NU. “Pengurus NU harus memiliki semangat untuk menghasilkan karya terbaik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat. Semua yang dilakukan harus bermuara pada ridha Allah SWT,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menekankan pentingnya menjaga persatuan serta memperkuat kapasitas organisasi melalui pemanfaatan teknologi digital. “Organisasi sebesar NU membutuhkan sistem manajemen modern agar mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat dan efektif kepada warga Nahdliyin,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi peluncuran aplikasi NUSA PRO dan berbagai inisiatif digital yang dilakukan PCNU Kabupaten Probolinggo sebagai bentuk kesiapan menghadapi tantangan masa depan. “Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Organisasi yang besar harus memiliki sistem yang mampu mempercepat pelayanan administrasi dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan,” jelasnya.

Gus Yahya juga mengingatkan kerukunan dalam organisasi bukan berarti tidak pernah menghadapi persoalan. Sebaliknya, kerukunan ditunjukkan melalui kemampuan seluruh elemen organisasi untuk menyelesaikan setiap tantangan secara bersama-sama.

Ketua PBNU KH. Yahya Cholil Tsaquf memberikan arahan dalam pelantikan PCNU Kabupaten Probolinggo. (Foto : ist)

“Nilai cinta kasih, persaudaraan dan persatuan yang diwariskan para ulama harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam membangun Nahdlatul Ulama yang kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info