Monday, March 4, 2024
Depan > Pemerintahan > Pemkab Keluarkan SE Pengendalian dan Penanggulangan PMK

Pemkab Keluarkan SE Pengendalian dan Penanggulangan PMK

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai upaya mencegah meluasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 524.3/191/426.120/2022 Tanggal 17 Mei 2022 Tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Muluk dan Kuku (PMK) di Kabupaten Probolinggo.

SE ini dikeluarkan untuk menindaklanjuti SE Menteri Pertanian Nomor 01/SE/PK.300/M/5/2022 Tanggal 10 Mei 2022 Perihal Pengendalian dan Penanggulangan PMK pada ternak serta hasil uji laboratorium Nomor 09001/PK.310/F4.H/05/2022 Tanggal 9 Mei 2022, sampel suspect (terduga) PMK oleh Laboratorium Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel dari Kabupaten Probolinggo dari 8 (delapan) ekor ternak sapi, 7 (tujuh) ekor positif dan 1 (satu) ekor negatif.

Surat Edaran yang ditandatangani oleh Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko tersebut disampaikan kepada para Camat, Kepala Desa/Kelurahan, pelaku usaha peternakan, produk peternakan dan bahan pakan ternak serta masyarakat peternakan se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam SE tersebut disebutkan, dalam rangka optimalisasi pengendalian dan penanggulangan PMK di wilayah Kabupaten Probolinggo, maka perlu dilakukan pemberantasan PMK sehingga dapat meminimalisir kerugian ekonomi, keresahan masyarakat dan kematian hewan yang tinggi, sehingga dihimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha peternakan, produk peternakan dan bahan pakan ternak untuk melakukan langkah-langkah antisipasi.

“Segera melaporkan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan atau Koordinator Wilayah jika menemukan kasus pada ternak sapi, kambing, domba, kerbau atau babi dengan gejala klinis/tanda-tanda demam tinggi, hipersalivasi dan berbusa, lepuh pada mulut dan lidah, luka pada kaki bahkan sampai kuku lepas, tidak mau makan, pincang, gemetar, nafas cepat dan penularan cepat sekali,” demikian bunyi SE tersebut.

Jika ditemukan kasus suspect/terduga PMK dilakukan hal-hal isolasi (karantina) ternak sakit, pengawasan/pembatasan lalu lintas hewan rentan, produk hewan dan media pembawa penyakit hewan lainya yang beresiko tinggi.

“Potong paksa di RPH atau di lokasi dengan pengawasan dokter hewan, vaksinasi serta KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) tentang Penyakit Mulut dan Kuku supaya tidak terjadi panic selling (penjualan ternak karena kondisi panik),” lanjut bunyi SE tersebut.

Laporkan segera jika menemui hewan terduga PMK melalui call center ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan drh. Amir Syarifuddin di 081249824060 atau Korwil I, Korwil II, Korwil III, Korwil IV, Korwil V dan Korwil VI di Kabupaten Probolinggo. (wan)