Monday, December 6, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Pelatihan Manajemen Kelembagaan Usaha Bagi UMKM

Pemkab Gelar Pelatihan Manajemen Kelembagaan Usaha Bagi UMKM

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Dalam upaya peningkatan dan pengembangan UMKM, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar pelatihan manajemen kelembagaan usaha bagi UMKM di RM Rahayu Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih, Selasa hingga Kamis (26-28/10/2021).

Pelatihan yang dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto ini diikuti oleh 25 orang pelaku UMKM unggulan Kabupaten Probolinggo di wilayah barat. Sebagai narasumber hadir Ketua Forum UMKM Jawa Timur Nico Trisno Prahoro dan pengurus Dekopinda Kabupaten Probolinggo Josef Teguh Sulaksono.

Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Zulkarnain mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memperjelas rencana keuangan, mengendalikan saat terjadi perubahan dan menghindari kesalahan penggunaan dana. “Selain itu, menyimpan keuangan, melakukan pengawasan atas biaya, menetapkan kebijaksanaan harga serta meramalkan rencana laba yang akan datang,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan keuangan merupakan jantung bagi setiap bisnis jenis apapun. Karena setiap pergerakan dalam bisnis selalu ditinjau dari segi finansial.

“Manajemen pengelolaan keuangan sangat menentukan langkah ke depan yang harus diambil oleh para pelaku bisnis UMKM. Pembukuan atau laporan keuangan usaha merupakan alat untuk mengetahui kesehatan usaha yang dijalankan dan untuk melihat kelayakan dan dasar pemberian kepercayaan kepada konsumen,” katanya.

Menurut Anung, kesehatan usaha yang baik pasti memiliki manajemen keuangan yang tertib dan teratur disertai dengan disiplin dari pelaku UMKM, transaksi keuangan bisnis, mengontrol dan mengawasi arus kas bisnis serta menyediakan dana cadangan.

“Pelatihan manajemen ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia UMKM di Kabupaten Probolinggo sehingga diharapkan pelaku usaha terlatih dalam pembukuan dan penyusunan laporan keuangan, dapat mengerti, memahami serta dapat menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang sehat dan handal sehingga mampu mengembangkan usaha yang dikelolanya dan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha,” jelasnya.

Tetapi yang lebih penting lagi dan harus dipikirkan bagaimana caranya jelas Anung adalah dalam memasarkan produk UMKM, apalagi pada masa pandemi Covid-19. Pelaku UMKM harus pandai-pandai memilih dari segi mana memasarkan produknya, melalui offline atau online.

“Dalam strategi pemasaran produk UKM, seorang pelaku usaha harus mengetahui keinginan dari konsumen sehingga bisa menghadirkan produk yang diinginkan oleh para konsumen,” pungkasnya. (wan)