Wednesday, September 22, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Disnaker Berikan Pelatihan Pembuatan Aneka Kue

Disnaker Berikan Pelatihan Pembuatan Aneka Kue

Reporter : Syamsul Akbar
KREJENGAN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo, Rabu hingga Jum’at (11-13/12/2019) memberikan pelatihan pembuatan aneka kue berbahan baku potensi lokal di Desa Rawan Kecamatan Krejengan.

Kegiatan penciptaan wirausaha baru tenaga kerja mandiri program desa migran produktif (desmigratif) ini diikuti oleh 20 orang peserta dari eks TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan keluarga eks TKI di Desa Rawan Kecamatan Krejengan. Selama kegiatan mereka dipandu narasumber KUB Amanah dari Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih.

Tidak hanya sekedar mendapatkan teori saja, dalam kesempatan tersebut mereka juga mendapatkan bantuan sebanyak 20 paket peralatan pembuatan aneka kue melalui dana APBN Kementerian Ketenagakerjaan RI program pembekalan penciptaan wirausaha baru.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddn ini dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Krejengan Prasetyo, Kepala Desa Rawan Mustofa serta kaum ibu-ibu yang ada di Desa Rawan Kecamatan Krejengan.

“Sesuai hasil rembug dengan ibu-ibu, bekerja di luar negerti tanpa keahlian akan banyak sekali permasalahannya. Dengan adanya program ini, merekapun menyarankan agar tidak kembali lagi ke luar negeri. Karena melalui program ini mereka sudah bisa bekerja untuk mendapatkan penghasian,” kata Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin.

Dalam pelatihan pembuatan aneka kue ini jelas Hudan, para ibu-ibu rumah tangga ini akan membuat produk-produk aneka kue sesuai potensi lokal yang dimiliki oleh Desa Rawan Kecamatan Krejengan. Apapun potensi lokal yang ada akan diolah untuk menjadi aneka kue yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Kalau potensi disini dimodifikasi sesuai dengan selera pasar, mereka bisa beli di toko kue yang sudah pendekatannya ke milenial. Karena milenial itu mempunyai selera sendiri. Jadi kalau tradisional terus maka tidak akan laku. Oleh karenanya, selera milenial harus disediakan dengan tampilan-tampilan dan selera milenial,” jelasnya.

Menurut Hudan, pelatihan pembuatan aneka kue bagi eks TKI dan keluarga eks TKI ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Probolinggo.

“Semoga dengan adanya program ini mereka tidak balik lagi bekerja di luar negeri. Cukup dengan membesarkan usaha yang dilakukannya dalam menghasilkan produk aneka kue dengan memanfaatkan potensi lokal desanya,” harapnya.

Sementara Kepala Desa Rawan Mustofa menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan paket peralatan pembuatan aneka kue yang diberikan oleh Disnaker Kabupaten Probolinggo.

“Mudah-mudahan dengan pemberian paket peralatan pembuatan kue ini, mereka bisa menggunakannya dengan baik dan merawatnya agar bisa terus digunakan. Syukur-syukur mampu segera memproduksi kuenya dan memasarkannya secara luas,” ujarnya.

Mustofa kemudian mencontohnya pisang dan ketela sebagai salah satu potensi lokal di desanya. Kalau dua potensi ini diolah dengan baik, maka tentunya akan menambah nilai jualnya. Dengan demikian akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sebenarnya sih masih banyak potensi-potensi lain yang bisa dijadikan bahan bakunya untuk diolah menjadi aneka kue. Tinggal bagaimana kemauan dari masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal tersebut dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (wan)