Wednesday, December 1, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Jelang Musim Hujan, BPBD Pangkas Pohon Rawan Tumbang

Jelang Musim Hujan, BPBD Pangkas Pohon Rawan Tumbang

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Jelang musim hujan dan antisipasi angin kencang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melakukan pemangkasan pohon yang rawan tumbang. Pemangkasan ini dilakukan di jalan kabupaten yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Dalam pemangkasan pohon rawan tumbang tersebut, BPBD bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo yang mempunyai sarana pendukung. Pohon-pohon yang sudah dipangkas tersebut langsung dimasukkan ke kendaraan yang sudah disiapkan oleh DLH.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Zaenal Ansori mengatakan pemangkasan pohon rawan tumbang ini bertujuan sebagai pencegahan untuk mengurangi bencana yang diakibatkan oleh tumbangnya pohon, terutama bagi pengendara yang melewati jalur tersebut.

“Sebelum melakukan pemangkasan pohon ini, BPBD sebelumnya sudah melakukan survey terhadap pohon yang sudah keropos dan membahayakan serta melintang di jalan. Sebab jika dibiarkan khawatir nanti tumbang dan membahayakan pengendara,” katanya.

Menurut Zaenal, pemangkasan pohon rawan tumbang ini juga sebagai bentuk kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap curah hujan meningkat di akhir tahun dampak dari La Nina. Sebab hasil kajian BMKG menunjukkan curah hujan meningkat pada bulan Nopember hingga Pebruari 2021.

“Oleh karena itu perlu diwaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang dan badai tropis/puting beliung. Cuaca ekstrem di peralihan musim Oktober ini akan terjadi di Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan. Wilayah ini merupakan yang sedang mengalami periode transisi atau peralihan musim dari musim kemarauke musim hujan,” jelasnya.

Zaenal menerangkan meskipun periodenya singkat tapi sering memicu terjadinya bencana hidrometeorologi. “Kewaspadaan dalam menghadapi musim hujan ini selain wilayah-wilayah yang langganan atau berpotensi banjir dan longsor, lebih waspada lagi pada periode puncak musim hujan yang diprediksi akan dominan terjadi pada bulan Januari dan Pebruari 2021,” tegasnya.

Lebih lanjut Zaenal menegaskan BPBD sifatnya hanya melakukan pemangkasan saja pada cabang maupun ranting pohon. Jika sampai pada batang pohon bawah itu sudah menjadi ranah dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo.

“Harapan kami masyarakat menyampaikan jika ada pohon atau sesuatu yang mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan masyarakat. Kami menghimbau masyarakat yang mempunyai pohon besar dan sampai ke jalan sehingga membahayakan masyarakat supaya dipotong sendiri,” pungkasnya. (wan)