Depan > Kesehatan > Pemkab Canangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022

Pemkab Canangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional 2022

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo melakukan pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahun 2022 di MAN 2 Probolinggo di Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Senin (1/8/2022).

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko, jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Akhmad Sruji Bahtiar serta sejumlah Kepala OPD, Camat dan Kepala Puskesmas di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Pencanangan BIAN ini ditandai dengan penyuntikan vaksinasi MR secara simbolis kepada 4 (empat) anak oleh Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida Rachmani. Selain Plt Bupati Timbul dan Forkopimda, kegiatan ini disaksikan oleh perwakilan organisasi profesi serta Kepala TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan para dewan guru.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono menyampaikan pelaksanaan BIAN Kabupaten Probolinggo dilaksanakan secara serentak di 24 kecamatan pada tanggal 1 hingga 30 Agustus 2022. Sebetulnya rangkaian kegiatan dari BIAN ini sudah dimulai pada bulan Juli dengan kegiatan Kejar Imunisasi.

“Target proyeksi sasaran yang harus diimunisasi pada BIAN ini di Kabupaten Probolinggo sejumlah 75.797 anak usia 9-59 bulan yang harus diselesaikan pada bulan Agustus 2022. Ketersediaan logistik pada saat ini kita sudah siap 91.950 dosis untuk MR yang ada di Kabupaten Probolinggo di puskesmas dan sebagian tersimpan gudang farmasi Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Shodiq menerangkan pelaksanaan vaksinasi MR ini nanti akan dikonsentrasikan pada posyandu-posyandu yang ada di Kabupaten Probolinggo. Jumlah fasilitas kesehatan yang siap sebagai tempat pelayanan vaksinasi MR ada 33 puskesmas dan 6 rumah sakit negeri atau swasta.

“Kegiatan ini akan melibatkan sejumlah 1.320 Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat atau yang lebih dikenal dengan nama posyandu. Ada 1.320 posyandu yang kita fungsikan sebagai pos pelayanan vaksinasi MR,” terangnya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Akhmad Sruji Bahtiar mengungkapkan bahwa Kemenag berkomitmen bersama-sama dengan Pemerintah Daerah untuk menyiapkan generasi-generasi yang kuat fisik, kuat mental dan kuat dari sisi keilmuan.

“Ini adalah kewajiban kita untuk menyiapkan anak-anak kita sehat lahir dan batin. Maka hukumnya wajib bagi kita semua karena ini merupakan implementasi dari ajaran-ajaran agama Islam,” ungkapnya.

Sedangkan Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Probolinggo mengatakan pencanangan BIAN ini menandai dimulainya vaksinasi MR di Kabupaten Probolinggo. “Dalam hal ini diwakili oleh 500 murid dari Raudhatul Athfal (RA) sebagai kick off untuk anak sebaya dengan harapan bisa menjadi role model bagi orang tua anak sebayanya di seluruh Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Plt Bupati Timbul pemberian vaksinasi MR ini sangat diperlukan sebagai ikhtiar untuk melindungi anak dari penyebaran penyakit measles (campak) dan rubella (campak Jerman), karena campak bisa menular melalui udara yang terkontaminasi oleh virus.

“Anak yang tidak diberi vaksin MR, bila anak tersebut terkena campak atau rubella, sangat berpotensi menderita radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk bahkan kematian. Jadi saya harap, orang tua tak ragu lagi terhadap pemberian vaksin mr pada anak ini,” katanya.

Lebih lanjut Plt Bupati Timbul menerangkan, di Kabupaten Probolinggo, kampanye vaksinasi MR tahun 2017 mendapatkan ranking ke 3 (tiga) di Jawa Timur, sehingga dalam hal ini kita sudah berpengalaman untuk mengelola dan melaksanakan kegiatan vaksinasi MR tersebut.

“Vaksinasi MR yang dimulai hari ini saya targetkan pelaksanaannya bisa selesai pada akhir minggu ke-3 bulan Agustus 2022, dengan target sasaran proyeksi 75.797 anak. Karena kecepatan penyelesaian vaksinasi pada kelompok populasi akan sangat mempengaruhi terbentuknya kekebalan pada kelompok tersebut,” jelasnya.

Plt Bupati Timbul berharap semangat dan dedikasi para tenaga kesehatan sebagai operator lapangan dan para penggerak sasaran, khususnya para kepala sekolah, para guru, para wali murid RA/TK serta orang tua anak usia 9-59 bulan untuk saling bahu-membahu dan saling mendukung guna menyukseskan kegiatan vaksinasi MR ini.

“Kesuksesan pelaksanaan vaksinasi MR di Kabupaten Probolinggo merupakan kesuksesan kita bersama. Selebihnya kekompakan, kebersamaan dan dukungan para tokoh agama, tokoh masyarakat, para pemangku kebijakan serta dukungan seluruh komponen yang ada sangat kami harapkan,” pungkasnya. (wan)