Wednesday, October 27, 2021
Depan > Pemerintahan > Pelaksana Gugus Tugas PP COVID-19 Catat 278 ODP dan 10 PDP

Pelaksana Gugus Tugas PP COVID-19 Catat 278 ODP dan 10 PDP

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) Kabupaten Probolinggo hingga Rabu (8/4/2020) merilis perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Probolinggo untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 278 orang dengan keterangan 216 orang masih dipantau dan 62 orang selesai dipantau.

“Selain itu ada 10 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan keterangan 2 orang dalam perawatan, 4 orang sembuh dan 4 orang meninggal dunia,” kata Juru Bicara Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Menurut Anang, hingga saat ini kondisi 2 orang PDP yang saat ini dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan bagus dan sehat. “Sekarang sudah dilakukan swab dan dikirimkan ke RSU dr. Soetomo Surabaya. Jadi kita masih menunggu hasil swab nantinya,” jelasnya.

Terkait dengan adanya 2 orang positif COVID-19 di Kota Probolinggo, Anang menyampaikan saat ini hampir semuanya masuk zona merah, tapi kemanapun penularannya tidak ada yang tahu dan resikonya juga sudah luas. Makanya tetap diharapkan semua siapapun itu baik tinggal di Kota atau Kabupaten Probolinggo selalu menjaga social distancing dan physical distancing serta prosedur-prosedur kesehatan.

“Sesuai arahan pemerintah harus memakai masker, sarung tangan dan cuci tangan. Kalau di rumah sama, setiap masuk rumah harus membersihkan diri. Hal itu yang diperlukan. Semua ini butuh kesadaran dari masyarakat,” terangnya.

Demikian pula dengan PNS yang berasal dari Kota Probolinggo Anang memastikan bahwa hal itu sudah diatur oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE melalui kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

“Yang pasti kami menghimbau walaupun tinggal di Kabupaten maupun di Kota Probolinggo tentunya semua selalu menjaga diri. Tidak gampang menyentuh sesuatu pada saat kita keluar dan menghindari berkumpul dalam jumlah orang yang banyak,” tegasnya.

Anang menambahkan di Kabupaten Probolinggo meskipun belum masuk zona merah tetapi tetap beresiko. Terlebih selama ini Bupati Probolinggo sudah menerapkan Work From Home (WFH) dan sesekali ada kegiatan di luar.

“Alhamdulillah, Ibu Bupati sangat tahu apa yang harus dilakukan. Beliau sangat terjaga protokol-protokol kesehatan dan memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang seharusnya,” pungkasnya. (wan)